Internasional

Ada Apa Nih? AS-Jepang-India-Australia Merapat ke Washington

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
24 September 2021 15:32
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) semakin serius menggempur China di panggung geopolitik dunia. Setelah sebelumnya Negeri Paman Sam membentuk aliansi pertahanan AUKUS, kali ini AS memperkuat aliansinya dengan kelompok Quad yang diisi Jepang, India, dan Australia.

Mengutip CNN International, aliansi Quad akan melaksanakan pertemuan tatap muka secara langsung pada Jumat (24/9/2021) di Washington. Nantinya acara itu juga akan dihadiri Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga, PM India Narendra Modi dan, PM Australia Scott Morrison.


Gedung Putih menyebut pertemuan Quad kali ini akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekspansi China di beberapa wilayah Indo Pasifik yang menghambat kebebasan navigasi. "Pertemuan itu mempromosikan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," ujar pernyataan itu.

Beberapa analis menganggap Quad akan seperti NATO di Asia. Pasalnya ada satu lawan yang sedang diwaspadai, yakni China. Selain AS, para anggota Quad juga diketahui memiliki ketegangan dengan Beijing.

India memiliki konflik dengan China mengenai sengketa perbatasan tahun lalu uang berujung pada pertempuran sengit di Himalaya. Pertempuran itu menewaskan sedikitnya 20 tentara New Delhi.

Australia yang memiliki ambisi penting untuk menjadi negeri adidaya di kawasan juga memiliki permasalahan dengan Beijing mengenai pandemi Covid-19. Konflik itu berujung pada perang dagang.

Sementara Jepang terlibat kasus sengketa mengenai sebuah kepulauan di Laut China Timur. Kepulauan itu diklaim oleh Beijing dengan sebutan Diaoyu sementara Jepangjuga mengklaim kepulauan itu dengan nama Senkaku.

"Quad bukan NATO Asia ... tetapi pada saat yang sama jelas bergerak ke arah pendekatan keamanan kooperatif," kata Malcolm Davis, analis senior Australian Strategic Policy Institute.

Lebih lanjut, pertemuan ini sendiri digelar tidak lama setelah pembentukan AUKUS dengan Australia dan Inggris. Dalam aliansi itu, Australia, yang juga merupakan anggota Quad, akan mendapatkan bantuan dari AS mengenai pengembangan persenjataanya.

Di sisi lain, China sendiri mengecam aliansi AUKUS. Negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu menyebut bahwa kerjasama itu telah mengganggu stabilitas kawasan.

"China selalu percaya bahwa mekanisme regional apa pun harus sesuai dengan tren perdamaian dan perkembangan zaman dan membantu meningkatkan rasa saling percaya dan kerja sama ... Itu tidak boleh menargetkan pihak ketiga mana pun atau merusak kepentingannya," kata juru bicara Kemenlu China Zhao Lijian dalam briefing reguler di Beijing.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading