Internasional

Penampakan Dewa Perang Hebohkan China, Buat Rp 654 M Melayang

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
24 September 2021 14:07
Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via weibo)

Jakarta, CNBC Indonesia -'Keriuhan' terjadi dikota Jingzhou, selatan Provinsi Hubei, China. Ini akibat patungĀ 'dewa perang' setinggi 190 kaki, Guan Yu.

Patung perunggu tokoh jaman Dinasti Han tersebut dibuat tahun 2016 dengan biaya US$ 26 juta (Rp 370 miliar). Namun kini, patung itu hendak direlokasi.


Terungkap bangunan itu didirikan secara illegal. "Dalam aturannya, Jingzhou memang melarang adanya bangunan lebih tinggi dari 78 kaki," tulis Insider dikutip Jumat (24/9/2021).

Entah mengapa, patung tokoh zaman Samkok (saat Tingkok terbagi tiga negara) yang disegani ini berhasil dilakukan. Kemungkinan "celah" dalam hukum membuat pendukung proyek bisa membuat patung Guan Yu.

Di sisi lain sejumlah warga juga menganggap patung itu merusak penampilan dan budaya sejarah Jingzhou. Ini setidaknya dikatakan Pemerintah pusat China dan Kementerian Perumahan serta Pembangunan Pedesaa setempat.

Alhasil, ia kini dipindahkan dari lokasi asli di Taman Guan Gong. Eksekusi pemindahan memakan biaya US$ 46 juta atau sekitar Rp 654 miliar.

Berikut penampakan patung tersebut:

Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via twitter @garfxist)Foto: Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via twitter @garfxist)
Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via twitter @garfxist)

Saat dipindahkan sebuah foto pun beredar di Weibo, platform mirip Twitter di China. Terlihat, bagaimana kepala patung 'terpenggal' saat dipindahkan. Rencananya patung dibawa ke kawasan wisata, Dianjiangtai, lima mil dari kota itu.

Ini potretnya saat 'pemenggalan' dilakukan:

Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via weibo)Foto: Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via weibo)
Patung Guan Yu di Jingzhou. (Tangkapan Layar via weibo)

China sebelumnya memiliki banyak patung raksasa, dari Buddha hingga dewi. Ada juga patung pendiri China Mao Zedong, replika sphinx Mesir berukuran penuh, dan Marilyn Monroe raksasa.

Ini menjadi semacam fenomena di beberapa kota di China. Dilansir dari Worldcrunch, dalam beberapa tahun terakhir, otoritas lokal di China sering berlomba untuk menciptakan IP (kekayaan intelektual), dalam bentuk bangunan di kota mereka.

Lambat laun perlombaan ini malah menimbulkan konsekuensi negatif karena kebanyakan tidak ditujukan untuk kepentingan rakyat. Mirisnya, gedung-gedung tinggi pemerintah yang selama bertahun-tahun menjamur di banyak pelosok China, muncul di kota-kota regional termiskin negara tersebut.

Inilah yang membuat munculnya istilah white elephants, yakni proyek pembangunan besar-besaran yang tidak terpakai. Patung raksasa Guan Yu adalah salah satunya.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading