Internasional

Mengenal Quad, "NATO di Asia" Buat Seruduk China?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
20 May 2022 19:00
U.S. Secretary of State Antony Blinken, visiting for the Quadrilateral Security Dialogue (Quad) of foreign ministers, takes part in a health security partnerships roundtable at Biomedical Precinct, in Melbourne, Australia, on Thursday, Feb. 10, 2022. REUTERS/Kevin Lamarque/Pool via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kini tengah bersafari ke Asia. Pemberhentian pertamanya adalah Korea Selatan (Korsel).

Namun, ia juga membawa agenda penting lain. Dirinya dijadwalkan menghadiri pertemuan aliansi Quad di Tokyo, Jepang pada Selasa, (24/5/2022).


Pertemuan itu juga akan dihadiri oleh pemimpin negara anggota aliansi lainnya. Yakni Jepang, India, dan Australia.

Lalu apa itu Quad? Benarkah mengganggu China?

Quad sendiri merupakan aliansi yang sebelumnya digagas oleh Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pada 2007. Beberapa pihak menilai bahwa aliansi ini didirikan untuk membendung pengaruh China di kawasan Asia Pasifik.

Pasalnya setiap negara anggota sempat memiliki masalah dengan Negeri Tirai Bambu.

AS terlibat dalam beberapa ketegangan mengenai HAM, isu ekonomi dan saat ini yang terbaru adalah terkait penyebaran virus Covid-19. India memiliki konflik dengan China mengenai sengketa perbatasan Ladakh yang sempat berujung pada pertempuran sengit di Himalaya 2020 lalu.

Australia yang juga memiliki ambisi penting untuk menjadi negeri adidaya di kawasan juga memiliki permasalahan dengan Beijing mengenai hegemoni ekonomi China di Pasifik. Terbaru, Canberra bahkan meminta beberapa negara Kepulauan Pasifik membatalkan tender kabel bawah laut yang dimenangkan China.

Sementara Jepang terlibat kasus sengketa mengenai sebuah kepulauan di Laut China Timur. Kepulauan itu diklaim oleh Beijing dengan sebutan Diaoyu sementara Jepang juga mengklaim kepulauan itu dengan nama Senkaku.

Namun setelah tahun 2007, aliansi ini tidak menunjukkan tajinya dan terkesan tertidur. Bahkan, Australia sempat mendekatkan dirinya kepada Beijing tatkala PM Kevin Rudd berkuasa.

Aliansi ini kemudian digarap oleh serius pada masa kepemimpinan Biden di Negeri Paman Sam dengan mengadakan pertemuan bersama Jepang, India, dan Australia pada 2021 lalu. Dalam pertemuan itu, Biden berjanji untuk mendanai India dalam mempercepat produksi vaksin Covid-19 dan mendistribusikannya ke seluruh Asia.

China sendiri sempat bereaksi dengan adanya aliansi ini. Kementerian Luar Negeri China menuduh kelompok itu berdedikasi untuk merusak kepentingan Beijing.

Negeri pimpinan Presiden Xi Jinping itu juga menyebut bahwa kelompok itu sudah bertentangan dengan zaman.

"Kelompok itu (Quad) tenggelam dalam Perang Dingin yang usang dan mentalitas nol serta berbau konfrontasi militer," ujar Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin pada bulan April lalu ditulis Bloomberg, Jumat (20/5/2022).

Sementara itu, beberapa analis menganggap bahwa Quad pada akhirnya bisa berubah menjadi NATO Asia yang akan memancing tanggapan China. Meski begitu beberapa beranggapan bahwa aliansi ini tidak akan kokoh karena tidak memiliki struktur kelembagaan yang nyata.

Tak hanya itu, kritikus juga mengatakan bahwa setiap negara memiliki corak hubungan dan dinamika yang berbeda-beda dengan Beijing.

"Pejabat India telah waspada terhadap menusuk China dan skeptis terhadap hubungan dekat Australia yang sampai sekarang dengan Beijing," tulis Tanvi Madan, seorang rekan senior di Brookings Institution yang memberikan contoh terkait hubungan India, Australia dan China.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Beri Pesan Baru ke NATO, AS & Eropa soal Rusia-Ukraina


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading