Internasional

Ancaman Dunia Selain Covid Makin Seram, Biden Turun Gunung

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
21 September 2021 09:28
Presiden AS Joe Biden. (REUTERS/KEVIN LAMARQUE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden turun gunung soal perubahan iklim. Ia disebut akan membantu kekurangan dana iklim global senilai US$100 miliar atau setara Rp 1.432 triliun (asumsi Rp 14.300/US$).

Kabar ini disampaikan oleh seorang pejabat PBB setelah pertemuan tertutup antara negara-negara di sela-sela sidang umum, Senin (20/9/2021)."Pandangan dan sinyal yang sangat positif datang dari perwakilan AS," katanya dikutip AFP.


Rencananya Biden akan mengumumkan rencana baik itu pada pertemuan yang diadakan oleh Inggris dan Sekjen PBB Antonio Guterres, Selasa (21/9/2021). Ini akan jadi pidato pertamanya kepada badan dunia sebagai presiden AS, diwakili oleh utusan iklimnya John Kerry.

Sebelumnya dalam kesepakatan iklim global, Paris Agreement (COP), negara-negara maju berjanji untuk mengucurkan US$ 100 miliar per tahun mulai tahun 2020 untuk mendukung negara-negara miskin dalam menghadapi iklim global. Namun saat ini ada kekurangan sekitar US$ 20 miliar (Rp 285 triliun).

Pengumuman dari Biden jadi harapan di tengah bergejolaknya ancaman dunia selain pandemi Covid-19 ini. Banyak laporan ilmiah yang memprediksi masa depan planet Bumi jika perubahan iklimĀ  tidak dicegah dengan baik.

Sementara itu, dalam COP ke-26 di Glaslow, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson yang menjadi tuan rumah pertemuan itu, meminta para pemimpin untuk menangani kegagalan mereka dalam memenuhi janji untuk dana US$ 100 miliar setiap tahun dari tahun 2020 hingga 2025. COP-26 akan berlangsung November.

"Semua orang mengangguk dan kita semua setuju bahwa 'sesuatu harus dilakukan'," kata Johnson. "Namun saya akui saya semakin frustasi karena sesuatu yang banyak dari Anda telah lakukan tidak cukup," tambahnya.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) mengkonfirmasi bahwa hanya US$ 79,6 miliar (Rp 1,136 triliun) yang dimobilisasi pada 2019.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading