Internasional

Geger Isu Skandal Bos IMF, Terkait China dan Bank Dunia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
17 September 2021 08:55
FILE - In this Feb. 14, 2020 file photo, Kristalina Georgieva, Managing Director of the International Monetary Fund, attends a session on the first day of the Munich Security Conference in Munich, Germany.   Georgieva said Friday, March 27,  it is clear that the global economy has now entered a recession that could be as bad or worse than the 2009 downturn.  She said the 189-nation lending agency was forecasting a recovery in 2021, saying it could be a “sizable rebound.” But she said this would only occur if nations succeed in containing the coronavirus and limiting the economic damage(AP Photo/Jens Meyer, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal melanda Kepala Dana Moneter Internasionasl (IMF) Kristalina Georgieva. Ini terkait posisinya terdahulu di Bank Dunia (World Bank) di mana ia dikabarkan menekan stafnya untuk mengubah laporan demi menaikkan rating China.

Hal tersebut terkuak dalam laporan penyelidikan Bank Dunia,pada akhir Oktober 2017. Saat itu, Presiden World Bank Jim Kim dan Georgieva, yang pada saat itu CEO , meminta staf untuk memperbarui metodologi sehubungan dengan China dalam laporan "World Bank's Doing Business".


Hal itu dilakukan Kim setelah membahas peringkat dengan pejabat senior China yang kecewa dengan peringkat negara itu.Beijing mengeluh tentang peringkatnya yang ke-78 dalam daftar pada tahun 2017.

Selain itu, laporan tahun depan menunjukkan bahwa akan Beijing turun lebih jauh. Akibat tekanan Negeri Tirai Bambu, Kim dan Georgieva menekan stafnya untuk mencoba meningkatkan peringkat China pada 2018 sebanyak tujuh peringkat, sama seperti tahun sebelumnya.

"Georgieva mengecam seorang pejabat senior Bank Dunia karena salah menangani hubungan Bank dengan China serta gagal menghargai pentingnya laporan Doing Business bagi negara itu," kata laporan itu.

Selain dengan China, investigasi juga menemukan "perubahan yang tidak tepat" dalam laporan 2020 yang mempengaruhi peringkat sejumlah negara. Ini terkait Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Azerbaijan.

Laporan ini pun ditanggapi serius oleh Amerika Serikat (AS).Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa mereka juga akan menganalisa laporan tersebut.

"Tanggung jawab utama kami adalah menegakkan integritas lembaga keuangan internasional," kata pernyataan itu.

Sementara itu, tuduhan ini ditolak tegas oleh Georgieva. Ia menyebut bahwa temuan itu merusak reputasinya dan memberikan dasar bagi kritik lama Washington terhadap organisasi multilateral dan perlakuan mereka terhadap China.

"Saya secara fundamental tidak setuju dengan temuan dan interpretasi Investigasi Penyimpangan Data terkait peran saya dalam laporan World Bank's Doing Business 2018," katanya dalam sebuah pernyataan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading