Internasional

Covid Amerika Makin Ngeri, Infeksi Mingguan Tembus 152 Ribu

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 September 2021 10:05
Kasus Covid-19 meningkat di Amerika Serikat. (AP/Michael H. Lehman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi pandemi Covid-19 diĀ Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan gelombang infeksi yang signifikan. Bahkan, infeksi mingguan menembus angka di atas 150 ribu kasus per pekannya.

Mengutip data John Hopkins University, Negeri Paman Sam menemukan lebih dari52.300 kasus Covid-19 baru setiap hari selama seminggu terakhir pada hari Selasa (14/9/2021). Ini 13 kali lipat dari apa yang terjadi pada 22 Juni, ketika rata-rata berada pada level11.303.


Selain itu, angka kematian juga masih naik signifikan.Hingga Selasa malam, 663.913 warga AS telah meninggal karena Covid-19.

Bila total populasi AS adalah 331,4 juta, maka perbandingan kematian telah menembus 1:500. Media setempat seperti CNN menyebutnya "tonggak suram perjuangan melawan Covid-19 yang menghancurkan".

Mengutip Associated Press (AP), ini didorong oleh kombinasi dua hal. Pertama masuknya varian Delta yang sangat menular dan kedua resistensi sebagian warga Amerika untuk mendapatkan vaksin, yang kebanyakan berada di bagian Selatan negara itu.

Meski tak dipungkiri sejumlah hotspot mengalami penurunan tingkat infeksi seperti Florida dan Louisiana namun hal serupa tak terjadi di Kentucky, Georgia dan Tennesse. Kembalinya anak-anak ke sekolah membuat kasus kembali naik, di tengah penggunaan masker yang longgar dan vaksinasi yang rendah.

Bahkan situasi mengerikan seperti puncak infeksi di Januari 2021 lalu mulai terdengar di sejumlah rumah sakit AS. Ini setidaknya dirasakan di Washington dan Utah.

Operasi batal di dua negara bagian itu karena kekurangan staf. Ini pun terjadi di Kentucky dan Alabama. Tennesse dilanda kurangnya tempat tidur di Tennessee, serta Texas mengalami penuhnya ICU di atas kapasitas.

"Masalahnya sekarang adalah kita telah mencoba mendidik berdasarkan sains, tetapi saya pikir sebagian besar pendidikan yang terjadi sekarang didasarkan pada tragedi, tragedi pribadi," kata Dr. Ryan Stanton, dokter ruang gawat darurat di Lexington, Kentucky.

Presiden Joe Biden sendiri masih menggenjot angka vaksinasi. Bahkan ia mengungkapkan kemarahannya setelah mengetahui 80 juta warga AS belum mendapatkan vaksin karena memilih untuk menolaknya.

"Apa lagi yang harus ditunggu? Apa lagi yang perlu Anda lihat? Kami telah membuat vaksinasi gratis, aman dan nyaman. Vaksin memiliki persetujuan FDA, lebih dari 200 juta orang Amerika mendapatkan setidaknya satu suntikan," kata Biden.

"Kami sudah bersabar, tetapi kesabaran kami menipis, dan penolakan itu merugikan kami semua. jadi tolong lakukan hal yang benar."

Sementara itu, selain perkuatan vaksinasi, pengetatan protokol kesehatan juga mulai kembali diberlakukan.Di Ohio,Gubernur Mike DeWine mendorong sekolah untuk mengeluarkan wajib masker.

"Orang yang berakal mungkin tidak setuju tentang banyak hal, tetapi kita semua bisa setuju bahwa kita harus menjaga anak-anak kita di kelas agar mereka tidak ketinggalan dan agar orang tua mereka dapat pergi bekerja dan tidak mengambil cuti untuk mengawasi anak-anak mereka di rumah, "ucap Dewin.

Dengan kondisi seperti ini, AS tetap berada di posisi pertama negara yang menemukan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Negara Paman Sam tu mencatatkan 42,4 juta infeksi yang diiringi 684.973 kematian.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading