Harga Sepeda Lipat Hancur, Model Ini yang Paling Dicari Orang

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
15 September 2021 13:09
Calon pembeli melihat sepeda yang dijual di toko sepeda di kawasan Tangerang Selatan, Senin (15/2/2021).  (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tren gowes sudah jauh menurun jika dibandingkan dengan masa puncaknya di tahun lalu. Kala itu, sepeda dengan banderol sampai puluhan juta pun sangat laku di pasaran termasuk sepeda lipat. Saat ini, kondisinya sudah berbeda, harga sepeda hancur sampai turun 50%. Selain itu, kondisi pasar kini memang lebih banyak mengincar sepeda-sepeda murah di bawah Rp 5 juta.

"Yang banyak dicari seperti Avand dan United motif Nigma, yang di kisaran harga Rp 3 juta-an atau Rp 2,9 juta," kata Lina, Pemilik Toko Sepeda Tiga Saudara yang berlokasi di Jl Kedoya Pesing 2, Kebon Jeruk, Jakarta Barat kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/9).

United Nigma masuk ke dalam segmen sepeda lipat. Dilansir dari situs United bike, harga sepeda ini berada di kisaran Rp 3 juta, yang paling murah adalah Nigma II dengan harga Rp 2,95 juta, kemudian Nigma III yang dibanderol Rp 3,35 juta serta Nigma 10S dengan harga Rp 3,4 juta dan Nigma V Rp 3,7 juta.


"Yang ramai (dicari) di bawah Rp 2 juta, saya jual paling mahal Rp 5 juta United MTB, tapi lama laku, yang laku Rp 3 juta ke bawah. Kalau seperti sepeda roadbike kurang begitu laku," jelas Lina.

Dengan dominannya sepeda murah yang dicari dibandingkan sepeda dengan banderol tinggi, maka tergambar bahwa daya beli masyarakat maupun minat masyarakat tidak seperti tahun lalu ketika hobi gowes begitu diminati.

Keraguan bangkitnya tren gowes terlihat dari aktivitas yang mulai kembali normal. Sebagian besar masyarakat sudah mulai kembali bekerja, meski sebagian ada yang berkompromi dengan bekerja dari rumah. Apalagi jika berkaca pada fenomena tahun lalu, kebangkitan sepeda pun tergolong singkat.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading