Ini Rencana IBC Menuju Pemain Baterai EV Dunia di 2027

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
15 September 2021 11:25
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - RI punya cita-cita menjadi pemain baterai kelas dunia pada 2027 mendatang. Demi menggapai cita-cita ini, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun membentuk Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia.

IBC sendiri memiliki beberapa peran dalam mengejar target tersebut. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana pun menjabarkan peran IBC.

Berdasarkan bahan paparannya, dia menyampaikan pada 2021 hingga 2023 IBC akan membangun pabrik baterai dan memenuhi kebutuhan domestik. Secara rinci, pada tahun ini akan dibangun pabrik hulu di antaranya smelter nikelnya untuk bahan baku komponen baterai.


Kemudian, akan dibangun pabrik baterai untuk kendaraan listrik (EV) roda dua dan Energy Storage System (ESS) atau "power bank" raksasa, serta manufaktur baterai kendaraan listrik skala kecil dengan sel baterai masih diimpor.

Selanjutnya, target 2024-2026 adalah menjadi pemain global untuk bahan baku baterai, serta menjadi pemain regional untuk baterai EV.

Target yang akan dicapai dalam rentang waktu tersebut adalah membangun pabrik baterai guna memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat, roda dua, dan ESS. Selain itu, memulai produksi hulu dan peningkatan produksi baterai kendaraan listrik untuk kebutuhan domestik.

Selanjutnya, pada 2027 akan melakukan ekspansi kapasitas menjadi pemain baterai EV global dan pemain EV regional. Hal ini dicapai dengan melakukan perluasan kapasitas hulu dalam skala global.

Lalu, memperluas kapasitas pabrik baterai roda empat, roda dua, dan ESS untuk skala global. Selain itu, ditargetkan bisa memasok baterai EV untuk pasar OEM domestik, regional dan global. Dan terakhir, mendirikan pabrik daur ulang untuk skala regional dan global

"Kalau semua ini selesai, kita bisa sumbang sekitar US$ 25 miliar pada peningkatan Gross Domestic Product (GDP), menyerap 23 ribu orang dan trade balance US$ 9 billion," ungkapnya dalam Webinar 'Mineral for Energy' Jumat malam, (10/09/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading