Internasional

Taliban 'Sandera' 4 Pesawat di Bandara Afghanistan, Ada Apa?

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
06 September 2021 11:05
A U.S military aircraft takes off from the Hamid Karzai International Airport in Kabul, Afghanistan, Monday, Aug. 30, 2021. (AP Photo/Wali Sabawoon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Taliban dikabarkan menahan empat pesawat yang membawa ratusan orang guna evakuasi keluar Afghanistan. Akibatnya, pesawat tersebut, tak bisa meninggalkan negeri itu sesegera mungkin.

Empat pesawat berada di bandara internasional kota Mazar-e-Sharif. Disebutkan penumpang adalah warga Afghanistan, yang telah bekerja untuk perusahaan yang bersekutu dengan militer Amerika Serikat (AS) atau Jerman selama keberadaan tentara NATO di negeri itu.


Taliban berdalih penahanan ini dilakukan karena banyak warga tak memiliki paspor atau visa. Sehingga tidak dapat meninggalkan negara itu.

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim ini juga mengatakan para calon penumpang kini telah meninggalkan Bandara Internasional Mawlana Jalal ad-Din Muhammad Balkhi. "Mereka menginap di hotel dan berdiam di restoran hingga situasinya beres,"kata pejabat itu, dikutip CNBC International, Senin (6/9/2021).

Hal ini menimbulkan reaksi keras dari sejumlah politisi di AS. Pasalnya, di antara penumpang, terdapat pula warga Amerika.

Anggota Komite Urusan Luar Negeri DPR AS mengatakan sikap Taliban yang tidak membiarkan mereka lepas landas sebagai sebuah penyanderaan. Dikatakannya Taliban mungkin akan menuntut legitimasi atau dana ke pemerintah mereka.

"Taliban tidak akan membiarkan mereka meninggalkan bandara," kata politisi Republik Michael McCaul dari Texas kepada Fox News Sunday.

Bandara kecil di Mazar-e-Sharif belum lama ini mulai menangani penerbangan internasional. Namun, tujuan utamanya baru ke Turki.

Pesawat-pesawat yang ditahan itu, dikabarkan semula akan menuju Doha, Qatar. Tidak jelas siapa yang menyewa.

Sebelumnya pengangkutan udara besar-besaran terjadi di bandara internasional Hamid Karzai di kota Kabul, pasca penarikan pasukan AS per akhir Agustus 2021. Tetapi kini penerbangan domestik kembali dilanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dari Humvee Sampai Tank AS Kini Dikuasai Taliban


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading