Internasional

Awas Afghanistan Perang Sipil, Serangan Pecah Lawan Taliban

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
06 September 2021 06:53
Smoke rises from a deadly explosion outside the airport in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 26, 2021. Two suicide bombers and gunmen have targeted crowds massing near the Kabul airport, in the waning days of a massive airlift that has drawn thousands of people seeking to flee the Taliban takeover of Afghanistan. (AP Photo/Wali Sabawoon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Lembah Lembah Panjshir, Afghanistan Utara, Minggu (5/9/2021). Baku tembak terjadi antara Taliban dengan pejuang anti kelompok itu, Front Perlawanan Nasional (NRFA).

Wilayah Lembah Panjshir, adalah satu-satunya dari 34 provinsi di Afghanistan yang tetap di luar kendali Taliban, meski kelompok itu mengambil alih negeri sejak 15 Februari. Lembah Panjshir adalah wilayah pegunungan strategis yang kaya sumber daya alam, sekitar 90 mil utara Kabul.


Juru Bicara Taliban Balel Kareemi mengatakan pasukan NRFA telah mengambul semua distrik di provinsi itu. "Kecuali ibu kota distrik Bazarak dan Rokha, yang tetap di bawah kendali NRFA," katanya dikutip CNN International, Senin
(6/9/2021).

Ia mengatakan sejumlah pihak dari NRFA menjadi korban dalam pertempuran itu, termasuk komandan mereka. Ia mengatakan Taliban berharap bisa mengendalikan Lembah Panjshir sesegera mungkin.

Sementara itu, Juru Bicara NRF Fahim Dashti mencuit sebaliknya. "Distrik Pasryan di Lembah Panjshir benar-benar dibersihkan dari Taliban," katanya.

Menurutnya pasukan Taliban-lah yang menjadi korban. Ia juga mengatakan ada 1.000 pasukan Taliban yang terjebak.

"Setidaknya 1.000 teroris terjebak karena jalan keluar mereka terputus. Semua penyerang terbunuh, menyerah atau ditangkap oleh penduduk setempat dengan bantuan pejuang perlawanan (NRFA) saat mereka melarikan diri dan mundur," cuitnya lagi.

Sebelumnya kemungkinan perang sipil sudah diperingatkan Amerika Serikat (AS). Kepala Staf Gabungan AS Jendral Mar Milley turut menyoroti ketegangan yang terus meningkat di Afghanistan.

"Militer kami memperkirakan situasi yang terjadi berpotensi berkembangan ke arah perang sipil. Saya tidak tahu apakah Taliban dapat mengonsolidasikan kekuatan dan memiliki pemerintahan yang stabil," tuturnya, dikutip Reuters.

Ketika Taliban berkuasa 1996-2001, Lembah Lembah Panjshir juga tak pernah dikuasai Taliban. Wilayah ini sendiri memiliki tujuh distrik dan 512 desa.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Taliban Kuasai Afghanistan, Warga Dapat Surat Hukuman Mati


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading