Vaksin Ini Diklaim Terampuh Lawan Delta, Pfizer atau Moderna?

News - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
22 August 2021 07:25
Sejumlah warga lanjut usia menjalani vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta, Rabu (24/2/2021). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta warga lanjut usia (lansia) yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menerima suntikan dosis vaksin virus corona (SARS-CoV-2). Peserta vaksinasi tahap kedua yang menyasar 21,5 juta orang berusia di atas 60 tahun ini tak perlu melalui proses pendaftaran secara personal. Penyuntikan vaksin sehari 108 lansia, Leni Aryani (49) kepala puskesmas kecamatan kembangan mengatakan

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan medRxiv, situs penelitian kesehatan milik Universitas Yale Amerika Serikat (AS), mengungkapkan hasil efikasi (tingkat kemanjuran) vaksin Covid-19 terhadap Varian Delta.

Hasilnya, penelitian itu menyimpulkan bahwa vaksin Covid besutan Moderna, perusahaan farmasi AS, merupakan vaksin yang efektif, bahkan melebihi efektivitas vaksin besutan Pfizer/BioNTech.

Mengutip Straits Times, dua laporan yang diunggah di medRxiv pada Minggu (8/8/2021) itu menunjukkan dua penelitian berbeda yang dilakukan di AS dan Kanada.


Adapun medRxiv adalah situs yang mendistribusikan eprint atau riset yang belum diterbitkan tentang ilmu kesehatan. Situs ini mendistribusikan manuskrip lengkap tetapi belum diterbitkan di bidang kedokteran, penelitian klinis, dan ilmu kesehatan. Situs ini milik Universitas Yale AS.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 50.000 pasien di Mayo Clinic Health System, AS, para peneliti menemukan efektivitas vaksin Moderna terhadap infeksi telah turun menjadi 76% dari yang sebelumnya hingga 86%.

Untuk vaksin Pfizer/BioNTech, selama periode yang sama, efektivitas vaksin turun menjadi 42% dari yang sebelumnya 76%.

Hasil ini membuat para peneliti mengerucut kepada saran yang meminta agar vaksin buatan Moderna digunakan untuk menjadi dosis penguat dalam membentuk antibodi.

"Sementara kedua vaksin tetap efektif untuk mencegah rawat inap Covid-19, suntikan booster Moderna mungkin diperlukan segera bagi siapa saja yang mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna awal tahun ini," kata Dr Venky Soundararajan yang memimpin studi Mayo, dikutip Minggu (22/8).

Dalam studi terpisah, penghuni panti jompo lansia di Ontario, Kanada, menghasilkan respons kekebalan yang lebih kuat setelah vaksin Moderna daripada setelah vaksin Pfizer/BioNTech.

"Orang tua mungkin memerlukan dosis vaksin yang lebih tinggi, booster, dan tindakan pencegahan lainnya," kata Dr Anne-Claude Gingras dari Lunenfeld-Tanenbaum Research Institute di Toronto, yang memimpin penelitian di Kanada.

Mengomentari hal ini, juru bicara Pfizer mengatakan bahwa pihaknya yakin bahwa dosis penguat atau booster masih harus diberikan, terutama dalam melawan Varian Delta lebih ganas dalam penularan dan gejala ini.

"Kami terus percaya ... penguat dosis ketiga mungkin diperlukan dalam waktu enam sampai 12 bulan setelah vaksinasi penuh untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi."

Penelitian mengenai vaksin Covid-19 saat ini sedang dalam pendalaman lanjutan. Pasalnya, beberapa studi mengatakan bahwa antibodi manusia akan memudar setelah beberapa bulan menerima vaksin corona. Hal ini membuat beberapa otoritas kesehatan di beberapa negara mulai menerapkan dosis ketiga bagi para warganya.

Namun, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebut bahwa vaksin booster yang saat ini lebih banyak diterapkan negara kaya akan menciptakan defisit vaksin di negara-negara berpenghasilan rendah.

"Kami membutuhkan pembalikan mendesak dari sebagian besar vaksin masuk ke negara-negara berpenghasilan tinggi, ke sebagian besar ke negara-negara berpenghasilan rendah," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Riset: Vaksin Pfizer Bisa Digabung AstraZeneca


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading