Internasional

Darurat! 600 Warga Afghanistan Kabur dengan Pesawat AS

News - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
17 August 2021 21:25
Hundreds of people run alongside a U.S. Air Force C-17 transport plane as it moves down a runway of the international airport, in Kabul, Afghanistan, Monday, Aug.16. 2021. Thousands of Afghans have rushed onto the tarmac at the airport, some so desperate to escape the Taliban capture of their country that they held onto the American military jet as it took off and plunged to death. (Verified UGC via AP) Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam sebuah foto menunjukkan lebih dari 600 warga Afganistan yang terdiri dari orang tua hingga anak-anak duduk di lantai pesawat militer Amerika Serikat. Gambar ini merupakan bagian dari penerbangan dramatis beberapa jam setelah Kabul jatuh ke tangan Taliban.

Dilansir dari Channel News Asia, gambar ini pun viral, diperoleh dan diposting oleh situs berita militer terkemuka Defense One, diambil di dalam transportasi C-17 Angkatan Udara AS. Warga Afghanistan yang berdesakan di ruang kargo raksasa pada penerbangan, dan di antaranya disetujui untuk dievakuasi oleh otoritas AS.

Seorang pejabat AS mengatakan jumlah tersebut sangat besar dalam satu penerbangan dan tidak direncanakan. Banyak yang naik ke jalan yang setengah terbuka di bagian belakang pesawat dengan putus asa.


"Para kru membuat keputusan untuk pergi daripada memaksa mereka keluar," kata pejabat itu.

Hal ini terjadi saat pejuang Taliban membanjiri jalan-jalan di Kabul, dengan warga yang panik bergegas ke bandara untuk mencoba mencari penerbangan keluar dari Afghanistan.

Sebelumnya, setelah berhasil menduduki istana presiden, kelompok Taliban kini mendeklarasikan 'amnesti' di seluruh Afghanistan. Mereka juga mendesak kaum perempuan untuk bergabung dengan pemerintahnya.

Dilansir dari Aljazeera pada Selasa (17/8/2021), seorang pemimpin Taliban mengatakan struktur pemerintahan 'tidak sepenuhnya jelas', menjelaskan harus ada 'kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung.'

Pernyataan ini keluar untuk menenangkan ketegangan yang terjadi di Kota Kabul, yang sehari sebelumnya kacau akibat ribuan warga berbondong-bondong mengerumuni bandara internasional untuk melarikan diri dari negara tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Taliban Kuasai Afghanistan, Warga Dapat Surat Hukuman Mati


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading