Taliban Umumkan 'Amnesti' dan Desak Perempuan Bergabung

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 August 2021 18:40
Pejuang Taliban menguasai istana kepresidenan Afghanistan setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri. (AP/Zabi Karimi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah berhasil menduduki istana presiden, kelompok Taliban kini mendeklarasikan 'amnesti' di seluruh Afghanistan. Mereka juga mendesak kaum perempuan untuk bergabung dengan pemerintahnya.

Dilansir dari Aljazeera pada Selasa (17/8/2021), seorang pemimpin Taliban mengatakan struktur pemerintahan 'tidak sepenuhnya jelas', menjelaskan harus ada 'kepemimpinan yang sepenuhnya Islami dan semua pihak harus bergabung.'

Pernyataan ini keluar untuk menenangkan ketegangan yang terjadi di Kota Kabul, yang sehari sebelumnya kacau akibat ribuan warga berbondong-bondong mengerumuni bandara internasional untuk melarikan diri dari negara tersebut.


Sedikitnya tujuh orang tewas dalam kekacauan pada Senin, termasuk beberapa orang yang nekat menaiki di sisi jet saat lepas landas.

Penerbangan evakuasi dari Afghanistan kini kembali dilanjutkan ketika seorang pejabat keamanan negara Barat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa landasan dan landasan bandara Kabul, yang dikendalikan oleh pasukan dari Amerika Serikat, sekarang bebas dari keramaian.

Pejabat itu mengatakan penerbangan militer yang mengevakuasi diplomat dan warga sipil dari Afghanistan telah mulai lepas landas.

Sementara itu Taliban telah menyatakan perang di Afghanistan telah berakhir dan seorang pemimpin senior mengatakan kelompok itu akan menunggu sampai pasukan asing pergi sebelum menciptakan struktur pemerintahan baru.

China mengatakan siap untuk "hubungan persahabatan" dengan Taliban, sementara Rusia dan Iran juga membuat tawaran diplomatik.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading