Internasional

Malaysia Rekor Lagi Kasus Covid-19, Ini yang Terjadi!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
03 August 2021 07:30
A resident wearing face mask sit outside his house next to barbwire at Segambut Dalam area placed under the enhanced movement control order (EMCO) due to drastic increase in the number of COVID-19 cases recorded over the past 10 days in Kuala Lumpur, Malaysia, Sunday, June 27, 2021. Malaysia's leader says a one-month near total lockdown that is due to end Monday will be extended further as coronavirus infections remain high. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: AP/Vincent Thian

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia kembali melaporkan kenaikan kasus Covid-19 harian. Per Minggu (1/8/2021) kasus corona negeri jiran tercatat 17.150. Hal itu merupakan kasus harian tertinggi keempat di negeri itu hingga saat ini.

Meski turun sedikit, pada Senin kasus baru tercatat di kisaran 15.764. Ini menjadikan total kasus Covid-19 Malaysia saat ini adalah 1.146.186.

Kasus Covid-19 Malaysia terus naik sejak pertengahan Juli. Bahkan rekor tertinggi sempat dilaporkan 31 Juli di mana mencatat 17.786 kasus harian.

Kini Malaysia mencatat 199.051 kasus aktif. Sekitar 1.063 warga dalam kondisi kritis.

Beberapa analis menilai bahwa tingginya kasus Covid ini disebabkan oleh respon penanganan wabah yang kurang baik dan tanggap. Meski sudah lockdown berkali-kali, dinamika politik yang menjadi sebuah momok bagi penanganan pandemi.

"Respons Malaysia terhambat oleh pemerintahan yang kacau dan pertikaian politik yang terus-menerus," ujar Joshua Kurlantzick, peneliti Asia Tenggara di lembaga think tank Council on Foreign Relations.

Malaysia sendiri memang sedang dalam konflik politik internal yang tajam. Banyak pihak yang mengecam dan meminta Perdana Menteri (PM) Muhyiddin Yassin untuk mundur akibat manuvernya yang meminta keadaan darurat nasional dilakukan dan pembatasan pergerakan publik secara sepihak.

Bahkan, langkah ini membuat pihak partai koalisi pendukungnya saat ini semakin menipis. Terakhir kontroversi juga muncul saat salah satu menteri menyebut status darurat akan dicabut meski Raja Malaysia menyebut tak ada pembicaraan soal itu.

Akhir pekan pengunjuk rasa berkumpul di pusat Kuala Lumpur menyatakan ketidakpuasan penanganan pandemi pemerintah. Bahkan menyerukan Perdana Menteri Muhyiddin untuk mundur.

Mereka membawa bendera hitam dan membawa poster "Kerajaan Gagal". Ini menjadi tagar populer di Malaysia seiring lockdown yang dilakukan dan kenaikan kasus Covid-19.

Ini menjadi demo pertama warga secara fisik di Malaysia. Sebelumnya banyak yang enggan turun ke jalan karena pembatasan virus dan takut infeksi Covid-19.

Malaysia menerapkan status darurat sejak Januari hingga 1 Agustus kemarin. Lockdown melalui aturan kontrol pergerakan (MCO) juga diterapkan secara nasional sejak awal Juli.

Sementara itu dari jumlah kematian, Malaysia mencatat 219 warga meninggal karena Covid-19. Total 9.403 warga meninggal karena pandemi ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Lockdown Malaysia: Warga Mulai Nggak Betah, Terobos Blokade


(cha/sef)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading