Inflasi Juli 2021 0,08%, Ekonom: Itu Artinya Ekonomi Melambat

News - Khairun Alfi Syahri MJ, CNBC Indonesia
02 August 2021 16:55
Aktivitas Terhambat PPKM, Inflasi Rendah & Manufaktur Lesu (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi 0,08% secara month to month pada Juli 2021. Ini membuat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) menjadi 0,81% dan terhadap Juli 2020 (year on year/yoy) sebesar 1,52%.

Ekonom Senior Mirza Adityaswara menilai, tingkat inflasi Juli 2020 merupakan cerminan melambatnya ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan aktivitas masyarakat lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat hingga Level 4.

Kebijakan itu berdampak kepada tertahannya aktivitas warga sekaligus mendorong penurunan kegiatan manufaktur yang terlihat dari PMI Manufaktur yang terkontraksi hingga ke level 40,1.

"Inflasi hanya selevel itu artinya memang ekonomi melambat karena memang kita secara sengaja dalam rangka penanggulangan penyebaran Covid-19 kita melakukan PPKM Darurat atau PPKM Level 4," ujar Mirza dalam wawancara program Power Lunch CNBC Indonesia Senin (02/08/2021).



Melemahnya data PMI Manufaktur didorong dengan adanya pemberlakuan PPKM Level 4. Selain itu, hal itu akan berpengaruh kepada data-data ekonomi Indonesia hingga akhir tahun ini.

Menurut Mirza, hal itu bisa diantisipasi tergantung dari seberapa berhasilnya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di tanah air.

Selain itu, Mirza juga mengharapkan pandemi Covid-19 di RI agar cepat terkendali. Ini mengingat kasus aktif di beberapa kota besar juga mulai menurun.

Tak ketinggalan, Mirza mengimbau agar masyarakat selalu patuh menerapkan protokol kesehatan sehingga Indonesia bisa bebas dari PPKM. Muaranya adalah aktivitas ekonomi bisa berjalan normal kembali.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biang Kerok Inflasi Mei 2021: Harga Rokok Cs Naik


(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading