Kenapa Biden Ingatkan Soal Ancaman Jakarta akan Tenggelam?

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
30 July 2021 17:20
Banjir rob di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis, (27/5/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut ada ancaman bagi Jakarta tenggelam dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Pernyataan ini dilontarkan ketika berbicara dalam soal perubahan iklim pada pidato sambutan di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, (27/7).

"... apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan berada di bawah air," jelasnya dalam publikasi whitehouse.gov, dikutip (30/7).

Sebelumnya pada Mei lalu, National Aeronautics and Space Administration (NASA) merilis riset Jakarta bakal tenggelam. Jakarta sangat berisiko dan rentan tenggelam dampak perubahan iklim, jumlah penduduk yang bertambah, dan eksploitasi air berlebihan.


Banjir sudah menjadi masalah sejak awal ibu kota karena luapan sungai pada dataran rendah selama musim hujan. Dalam dekade terakhir banjir makin buruk didorong dari eksploitasi air tanah yang besar, yang mengakibatkan permukaan tanah turun.

"Dari beberapa perkiraan sebanyak 40% kota sekarang berada di bawah permukaan laut," tulis laporan itu. Sementara rata-rata permukaan air laut global naik 3,3 milimeter per tahun.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna juga mengamini hal ini. Kajian Jakarta tenggelam ini sudah sangat lama. Dimana penurunan permukaan tanah Jakarta disebabkan eksploitasi pasokan air baku, sementara penduduk semakin banyak dan bangunan pun bertambah.

"Dari beberapa kajian dulu memang ada yang 11 cm turunnya tiap tahun, ada yang akumulasi ada di beberapa tempat tiap tahun sudah sampai 2 meter seperti di kawasan Pluit, Ancol. Tapi memang yang harus dibangun itu di tanggul pesisirnya yang sekarang dibangun dan tertahan itu," katanya.

Permukaan air di pesisir juga naik dari perubahan iklim yang membuat es di Antartika mencair. Sehingga memang urgensi untuk menanggulangi ini juga semakin tinggi tiap tahunnya. "Kita harus melihat ini sebagai early warning untuk menanggulangi hal itu," jelasnya.

Apakah Pemindahan Ibu Kota Jadi Jawaban?

Yayat mengatakan pemindahan ibu kota bukan menjadi jawaban untuk menanggulangi masalah ancaman tenggelamnya Jakarta. Tapi ada solusi lainnya yang harus dilakukan, termasuk proyek tanggul besar pesisir laut atau Giant Sea Wall.

"Pemindahan ibu kota bukan jawaban masalah ini, bukan berarti lari dari masalah Jakarta dari potensi tenggelam. Kalau tiba-tiba Joe Biden menyebut Indonesia, berarti ada kepentingan Amerika di Indonesia. Apa dibalik isu itu? Kenapa Biden mengangkat isu Jakarta," katanya.

Tenggelamnya Jakarta akhirnya akan dirasakan generasi milenial saat ini. Walaupun dari prediksi tenggelamnya Jakarta dari beragam kajian berbeda beda. Ada yang memproyeksikan 2035, 2040, hingga 2050.

"Ini persoalan mendasar persiapan kita apa?, generasi milenial yang akan merasakannya, jangan sampai generasi kita disalahkan karena sudah ada prediksi Jakarta tenggelam tapi tidak melakukan apa-apa," jelasnya.

Salah satu solusi penanganan yang dilakukan pemerintah adalah pembangunan tanggul besar di pesisir pantai yang dikenal Giant Sea Wall. Yayat juga mempertanyakan keberlanjutan proyek ini.

"Great Sea Wall sudah masuk rencana, tinggal saat ini kita punya anggaran cukup atau tidak menjawab masalahnya, karena persoalan bukan sekedar tanggul. Mungkin nanti teluk Jakarta jadi sumber kebutuhan air baku, tanggul juga jadi jalan tol," jelas Yayat

"Rencana itu sudah ada, tapi gimana keberlanjutan rencana itu, dan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat tanggul? Sumber anggarannya gimana?" tanyanya. 


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading