Bukan Mimpi, Semester I 2023 RI Bakal Punya Pabrik Baterai EV

News - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
29 July 2021 11:57
Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman. electrec.co

Jakarta, CNBC Indonesia - Cita-cita Indonesia untuk menjadi pemain baterai mobil listrik kelas dunia semakin dekat. Bahkan, pada semester I 2023 diperkirakan Indonesia sudah mengoperasikan pabrik baterai mobil listrik yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Hal ini berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan antara Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution untuk berinvestasi US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per US$) ke dalam perusahaan patungan untuk bangun pabrik sel baterai ini.

Berdasarkan pernyataan resmi kedua perusahaan yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (29/07/2021), pembangunan pabrik dijadwalkan akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2021, dan akan selesai pada semester pertama tahun 2023.


"Sedangkan produksi massal sel baterai di fasilitas baru ini diharapkan akan dimulai pada semester pertama tahun 2024," tulis pernyataan resmi tersebut, Kamis (29/07/2021).

Kedua perusahaan telah mempertimbangkan berbagai faktor dalam proses pemilihan lokasi terbaik untuk pembangunan fasilitas produksi sel baterai di Karawang.

Hal pendukung lain adalah lokasi Karawang yang cukup dekat dengan Jakarta sebagai ibu kota Indonesia. Selain itu, Karawang telah memiliki jaringan transportasi yang lengkap termasuk bandar udara, pelabuhan, dan juga jalan bebas hambatan. Dengan demikian, Karawang telah berhasil menarik minat dari berbagai industri berskala besar untuk membangun fasilitas di area tersebut seperti otomotif, elektronik, logistik, konstruksi material dan lainnya.

Produksi sel baterai ini dapat memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) per tahun.

Pabrik sel baterai baru di Karawang akan dibangun di atas lahan seluas 330.000 meter persegi. Ketika beroperasi penuh, fasilitas ini diharapkan menghasilkan sel baterai lithium-ion NCMA dengan total 10 GWh setiap tahunnya, dan mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 150.000 unit mobil listrik.

Sel baterai yang diproduksi oleh pabrik di Karawang akan digunakan pada model EV dari Hyundai Motor dan Kia yang dibangun di atas platform BEV khusus Hyundai Motor Group, yaitu Electric-Global Modular Platform (E-GMP). Pabrik baru ini akan membantu Hyundai dan Kia memproduksi kendaraan dengan efisiensi, kinerja, dan keamanan tinggi dengan memasok sel baterai yang dioptimalkan untuk dua model BEV dari produsen mobil tersebut.

Seperti diketahui, Sung Hwan Cho, President and CEO Hyundai Mobis, dan Jong Hyun Kim, President LG Energy Solution, kemarin, Rabu, 28 Juli 2021, melakukan seremonial penandatangan MoU dengan Pemerintah Indonesia untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) di Indonesia sebagai upaya dalam memproduksi sel baterai dari mobil listrik bertenaga baterai atau BEV.

Penandatanganan MoU ini diadakan di kantor pusat LG Energy Solution, Seoul.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Indonesia, dan Toto Nugroho, Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) juga turut menghadiri seremonial tersebut secara virtual.

Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution masing-masing akan berhak atas 50% kepemilikan saham di joint venture ini. Pemerintah Indonesia setuju untuk mendukung melalui berbagai insentif untuk kelancaran proses operasional yang stabil dari pabrik tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading