Pasca 'Tsunami' Covid, Ekonomi India Diramal IMF Tumbuh 9,5%!

News - Maikel Jefriando, CNBC Indonesia
28 July 2021 09:55
Multiple funeral pyres of those who died of COVID-19 burn at a ground that has been converted into a crematorium for the mass cremation of coronavirus victims, in New Delhi, India, Saturday, April 24, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought India's tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Altaf Qadri)

Jakarta, CNBC Indonesia - International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional memperkirakan ekonomi India tumbuh 9,5% pada tahun ini dan 8,5% pada 2022.

Padahal negeri asal Shah Rukh Khan tersebut baru saja dihantam gelombang covid-19 yang sangat besar.

Demikianlah yang dikutip CNBC Indonesia dari laporan IMF bulan Juli, Rabu (28/7/2021).


Peningkatan perekonomian India tidak lepas dari kondisi kontraksi dalam pada tahun lalu yang sebesar 7,3%. Artinya dengan basis yang rendah di 2020 membuat lonjakan perekonomian begitu terasa.

IMF menekankan, bila gelombang covid tidak sedahsyat beberapa bulan lalu, tentu ekonomi India bisa tumbuh lebih tinggi.

"Prospek pertumbuhan di India telah diturunkan setelah gelombang COVID kedua yang parah selama Maret-Mei dan diperkirakan pemulihan ekonom juga lambat untuk kembali ke posisi semula," tulis IMF dalam laporannya.

Gelombang kedua India memang disebabkan oleh varian Delta, yang ditemukan di negara itu pada Oktober 2020 lalu. Sejak saat itu, varian menular di India dan juga sejumlah negara lain di dunia.

Varian juga telah menggantikan posisi varian Alfa yang sebelumnya dominan. Varian Alfa diketahui ditemukan di Inggris pada musim gugur lalu.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading