Top! RI Bakal Diserbu Investor 'Kakap' dari Korsel Hingga AS

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
27 July 2021 18:50
Infografis: Ini Segudang PR Buat 'Super Bahlil' Sang Menteri Investasi RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan ada investasi asing yang masuk ke tanah air. Investasi tersebut berasal dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun ini.

Kendati demikian, Bahlil masih enggan menjelaskan secara spesifik investasi dari ketiga negara tersebut, berapa nilai investasinya dan perusahaan bergerak di bidang apa.

"Dengan Australia dan AS cukup besar. Dengan Korsel pada akhir 2021 sudah masuk realisasi, nanti akan tunggu tanggal mainnya. Komitmen saya kepada mereka, belum mengumumkannya ditahan dulu. Saat waktunya, akan saya sampaikan," jelas Bahlil dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7/2021).


Kendati demikian, Bahlil memastikan, jika semua kejelasan dari ketiga investasi tersebut sudah didapatkan, maka akan segera diinformasikan.

Dengan demikian, ketiga investasi dari AS, Australia, dan Korea Selatan diharapkan menjadi salah satu katalis untuk mengejar target investasi sepanjang tahun ini Rp 900 triliun.

Menurutnya kunci iklim investasi di tahun ini sangat bergantung terhadap penanganan dan pengendalian covid-19.

Oleh karena itu ia mengajak semua pihak untuk bahu membahu untuk mengendalikan pandemi covid-19 dan membangkitkan optimisme pemulihan ekonomi. Sebab lonjakan pandemi covid-19 tidak hanya dialami di Indonesia melainkan di berbagai belahan dunia.

Adapun pada semester I-2021 realisasi investasi dari AS sebesar US$ 800 juta, Australia sebesar US$ 100 juta, dan Korea Selatan sebesar Rp 1,1 miliar.

Secara keseluruhan realisasi investasi pada semester I-2021 sebesar Rp 442,8 triliun. Angka tersebut tumbuh 10% dibandingkan pencapaian sama tahun lalu sebesar Rp 402,6 triliun.

Komposisi realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2021 tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 228,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 214,3 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading