Mau Bikin Laptop 'Saingan' Macbook, Ini Persiapan RI

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
23 July 2021 19:22
Efek Stimulus PPN, Penjualan Properti Hingga Semen & Keramik Naik (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berambisi untuk menciptakan barang elektronik dalam negeri. Salah satunya laptop merah putih. Pembuatannya menggandeng produsen laptop dalam negeri seperti PT. Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX). Bukan tidak mungkin produk RI ini bisa terus berkembang dan masuk ke pasar internasional.

Dalam persiapannya, pemerintah sedang berupaya agar tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meningkat, yakni dengan merancang tata cara perhitungan TKDN produk elektronika, yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 22 Tahun 2020.

"Mengikuti perkembangan industri dalam negeri, saat ini sedang difinalkan Permenperin khusus yang akan mengatur tata cara perhitungan TKDN untuk produk laptop," ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.


Penyusunan Permenperin tersebut demi meningkatkan investasi dan tenaga kerja serta mendukung program Bangga Buatan Indonesia.

"Sejalan dengan program Bangga Buatan Indonesia, TKDN laptop ini akan mengapresiasi adanya kepemilikan merek dalam negeri yang diharapkan bisa menjadi identitas nasional atau national branding secara global," imbuhnya.

Produk yang memiliki nilai penjumlahan TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) di atas 40%, telah memiliki syarat untuk wajib dibeli, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah, BUMN, BUMD maupun swasta yang menggunakan APBN/APBD atau mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara.

"Contohnya, untuk notebook, sudah terdapat 14 produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, diproduksi oleh enam produsen di tanah air, dan delapan produk di antaranya telah memiliki nilai penjumlahan TKDN dan BMP di atas 40%," tuturnya.

Selain itu, sudah terdapat 62 produk dalam negeri untuk Komputer Tablet yang memiliki sertifikat TKDN, yang diproduksi oleh 13 produsen lokal. Berikutnya, untuk router, sudah terdapat 4 produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, diproduksi oleh empat produsen nasional, dan satu diantaranya memiliki nilai penjumlahan TKDN dan BMP di atas 40%.

Ada pula desktop PC yang saat ini sudah terdapat tiga produk dalam negeri yang memiliki sertifikat TKDN, yang diproduksi oleh dua produsen lokal.

"Tahun ini kami juga memfasilitasi sertifikasi TKDN secara gratis untuk 9.000 produk, dengan minimal TKDN 25%. Satu perusahaan bisa difasilitasi hingga delapan sertifikasi TKDN," ungkap Agus.

Senada dengan industri, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah ada laptop yang diproduksi dalam negeri hasil dari Kerjasama kampus ternama di Indonesia.

"Kalau kita lihat ada yang diproduksi dalam negeri, yang dibuat ITB, ITS, dan UGM, bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk membentuk konsorsium, membuat produk tablet dan laptop merah putih dengan merek Dikti Edu," jelasnya seperti dikutip Jumat (23/7/2021).

"Di zamannya pak Menteri Nadiem, kalau ini sudah bisa diluncurkan karena dengan jumlah pembelian mencapai Rp 17 triliun selama beberapa tahun saya kira sudah dibangun industri sendiri," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Chip Dunia, Produk Laptop RI Kena Imbas Parah!


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading