RI Bikin Laptop Merah Putih, Mau Saingi MacBook?

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
23 July 2021 07:25
Gerai warung kopi di Tangerang Selatan menyediakan fasilitas internet gratis untuk membantu para pelajar mengikuti belajar daring. Kamis, (30/7/20). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Warung kopi (warkop) di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, sediakan internet gratis untuk siswa yang kesulitan mengikuti proses belajar daring.

Rizki, selaku pemilik warung kopi mengaku tergerak untuk membantu para siswa di sekitar tempat usahanya lantaran banyak yang kesulitan mengikuti kegiatan belajar jarak jauh karena kesulitan membeli kuota internet, atau bahkan hanya memiliki satu ponsel yang digunakan orangtua mereka untuk bekerja.   

Kita kan baru mulai hari ini, alhamdulillah cukup tinggi antusiasnya. Karena kebanyakan orangtuanya cuma punya satu ponsel. Kayak yang kerjanya ojol, jadi dibawa buat tarik penumpang,

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berambisi untuk menciptakan barang elektronik dalam negeri. Salah satunya laptop merah putih. Pembuatannya menggandeng produsen laptop dalam negeri seperti PT. Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX).

Tujuannya untuk meningkatkan tingkatan Tingkatan Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk Tenkologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mengurang ketergantungan terhadap impor laptop.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sudah ada laptop yang diproduksi dalam negeri hasil dari Kerjasama kampus ternama di Indonesia.


"Kalau kita lihat ada yang diproduksi dalam negeri, yang dibuat ITB, ITS, dan UGM, bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri untuk membentuk konsorsium, membuat produk tablet dan laptop merah putih dengan merek Dikti Edu," jelasnya seperti dikutip Jumat (23/7/2021).

"Di zamannya pak Menteri Nadiem, kalau ini sudah bisa diluncurkan karena dengan jumlah pembelian mencapai Rp 17 triliun selama beberapa tahun saya kira sudah dibangun industri sendiri," tambahnya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan TeknologiNadiem Markarim mengatakan saat ini beberapa perguruan tinggi juga sudah mengembangkan produk laptop dan tablet dalam negeri dari konsorisum ITB, ITS dan UGM bekerja sama dengan Industri TIK dalam negeri.

"Ini juga jadi salah satu kebanggaan kita, selain itu produsen PDN juga diminta meningkatkan peserta didik SMK dalam praktek perakitan dan tenaga after sales service, jadi semua ekosistem semua bergerak. Ini jadi praktik baik dalam pembelian dalam negeri," jelasnya.

Berdasarkan data Kemenperin, nilai impor laptop dalam 5 tahun terakhir dari 2016 - 2020 sudah mencapai US$ 1 miliar, atau setara dengan Rp 14 triliun dengan kurs (Rp 14.000/US$).

Permintaan produk laptop di Indonesia sekitar 3 juta unit per tahun dengan market share produk impor sampai 95%, dan 5 % untuk produk laptop dalam negeri. Maka ke depan, Perusahaan teknologi produsen laptop asal Indonesia seperti ZYREX bersiap untuk mengambil pangsa pasar yang lebih besar sehingga Laptop Buatan Indonesia bisa menjadi tuan di negaranya sendiri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta beberapa perusahaan produsen produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melakukan kegiatan Research and Development (R&D) di dalam negeri, khususnya produk chip yang saat ini banyak dicari.

"Agar mereka mendapatkan tax deduction 300%, dan tentu sebagaimana kita ketahui kita arahkan memproduksi chipset yang saat ini telah terjadi kelangkaan di seluruh dunia dan ini berdampak pada produsen laptop dalam negeri yang masih mengandalkan komponen impor," katanya.

"Ini untuk ekosistem pembuatan mulai dari intellectual property (IP), komponen utama, komponen pendukung," jelasnya.

"Apabila perakitan bisa mencapai 1 - 2 juta laptop dalam negeri maka akan mendorong ODM laptop semakin tertarik memperkuat ekosistem laptop dari Indonesia. Saat ini laptop yang dapat dirakit dalam negeri mencapai 400 ribu unit," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading