Jeritan Pedagang Mobil Bekas: Harga di Atas Rp200 Juta Keok!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
23 July 2021 09:05
Penjualan Mobil Bekas. (CNBC Indonesia/Andean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil bekas termasuk yang paling tertekan saat pandemi Covid-19 dan sentimen relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru. Kini, pedagang lebih banyak mengandalkan penjualan mobil bekas yang mengarah pada segmentasi tertentu.

"Saya lihat di bawah Rp 200 juta banyak bergerak, di atas Rp 200 juta malah kurang," kata Pemilik Jordy Mobil, Andi Supriadi kepada CNBC Indonesia, Kamis (22/7/21).

Penjualan mobil bekas saat ini lebih mengandalkan mobil yang tergolong murah. Kebutuhan kalangan menengah masih ada, mereka lebih berani mengeluarkan uang untuk membeli mobil karena kebutuhan akan kendaraan. Sementara kalangan menengah ke atas justru lebih melihat keadaan.

"Orang-orang kaya duitnya nggak mau dikeluarkan, tapi kalangan menengah ke bawah mereka ada kebutuhan mobil, mereka beli. Mungkin daripada keluar pakai angkutan umum, lebih berisiko, mending beli yang budgetnya masuk. Orang-orang kaya duitnya dipegangin nggak dikeluarkan, kalau menengah ke bawah santai aja karena sudah lewatin momen tahun lalu," jelas Andi.

Mobil yang tergolong lebih murah maka lebih cepat laku dibanding mobil lainnya. Hal itu dialami beberapa mobil yang sempat dijualnya saat ini, dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu maka sudah terjual, misalnya Suzuki Wagon R Gx 2014 hingga Suzuki Swift GT2 2008 AT.

"Ada juga Honda Brio tahun 2019 saya buka Rp. 145 juta. Kredit untuk DP normal aja sekitar Rp 30 juta," sebutnya.

Agar bisa bersaing, pedagang menurunkan harga tak masalah meski untung tipis. Cara ini dilakukan demi bisa menarik perhatian calon konsumen dengan strategi "jual cepat".

"Harga diturunkan, saya nggak mau terlalu tinggi karena kondisi gini yang penting berputar. Untung-untung tipis lepas lah biar operasional bisa tertutupi, itu kalau strategi jual," kata Andi.

Untuk penurunannya bergantung pada jenis mobil, jika harganya tergolong mahal maka penurunannya bisa dalam. Namun, sebaliknya jika harga mobil tidak terlalu tinggi, maka penurunannya pun tidak jauh.

"Yang seperti Honda HRV 2017 buka Rp 225 juta, saya turun Rp 9 juta jadi Rp 216 juta. Ya udah jual cepat aja karena kalau melihat harga diturunkan respons lumayan bagus," jelas Andi.

Di situs jual beli online seperti OLX hingga Mobil 123, harga Honda HR-V 2017 memang di atas Rp 200 juta. Namun, tidak sedikit yang menjualnya di kisaran Rp 235 juta, Rp 245 juta hingga Rp 292 juta. Semua mobil tergantung pada kondisi, baik eksterior, interior, mesin, kelistrikan dan faktor lainnya.

Andi mengaku tidak memilih-milih mobil yang akan dijual kepada calon konsumen. Jika ada penawaran untuk membeli mobil dari tangan pertama dengan harga menarik, maka bakal diambil, kemudian dijual lagi dengan harga yang cenderung miring dari pasar.Misalnya baru-baru ini baru saja menjual mobil Eropa Mercedes Benz yang tergolong murah.

"Mercy C240 tahun 2002 cuma Rp 100 juta, mobilnya siap pakai karena customer saya tahun lalu ketika beli langsung masukkan bengkel restorasi, total habis Rp 40 sampai Rp 50 juta, jadi siap pakai. Kemudian velg beli Rp 12 juta, head unit Rp 10 juta. Jadi biaya restorasi hampir setara harga mobilnya, tapi sudah sudah laku terjual," sebutnya.

Saat ini, showroom tempat berjualan saat ini harus ditutup, sehingga penjualan hanya bisa melalui online.

"Semua online, misal pakai mobil123 dan OLX yang premium, itu saja yang digencarin. Jadi konsumen setelah cari lama misal halaman 20 keluar, halaman 40 keluar lagi. Kalau benar-benar serius cari, mereka juga jadi dan nemu di kita," kata Andi Supriadi.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading