Internasional

Banjir Parah Serang China: 12 Tewas, 200 Ribu Dievakuasi

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 July 2021 12:29
Vehicles are stranded after a heavy downpour in Zhengzhou city, central China's Henan province on Tuesday, July 20, 2021. Heavy flooding has hit central China following unusually heavy rains, with the subway system in the city of Zhengzhou inundated with rushing water. (Chinatopix Via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banjir menerjang wilayah Provinsi Henan, China. Sedikitnya 12 orang tewas dalam kejadian ini, lima luka dan 200.000 orang dievakuasi.

Mengutip Associated Press (AP), banjir dilaporkan menggenangi ibukota provinsi itu, Zhengzhou. Derasnya hujan di kota berpenduduk 10 juta orang itu, telah mengubah jalan menjadi sungai yang mengalir deras, membuat stasiun kereta bawah tanah terendam dan mobil tergenang.


Energi juga lumpuh total di kawasan itu. Listrik untuk warga kini sebagian besar warga padam. Hujan telah terjadi sejak 17 Juli dan terus datang hingga Selasa sore. Banjir diperkirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan.

Media Xinhua melaporkan Kementerian Manajemen Darurat China, telah menaikkan status tanggap darurat dari level IV ke level III. China memiliki sistem tanggap darurat banjir, dengan Level 1 sebagai yang teratas,

Tentara juga sudah terjun untuk pengalihan banjir. PLA turun untuk memperkuat tanggul seiring jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang, sekitar 137 kilometer dari Zhengzhou.

Dalam pernyataan terbarunya, Presiden China Xi Jinping menyatakan banjir di provinsi Henan adalah salah satu bencana yang sangat parah. Ia menyebut beberapa waduk dan bendungan penampungan air bahkan jebol dan tidak mampu menahan debit air.

"Beberapa waduk mengalami jebolnya bendungan... menyebabkan cedera serius, korban jiwa dan kerusakan harta benda. Situasi pengendalian banjir sangat parah," kata Xi seraya berujar peristiwa saat ini berada pada 'tahap kritis', ditulis AFP, Rabu (21/7/2021).

Sejumlah warga meneriakkan bantuan di media sosial China Weibo, seiring komunikasi ke kota yang terputus. Beberapa mengkhawatirkan kondisi keluarga mereka.

"Saya tidak tahu lebih banyak tentang situasi mereka. Saya di Tianjin dan orang tua saya di Zhengzhou," katanya seorang warga bernama Hou. "Saya sangat cemas."

Seorang manajer restoran berusia 56 tahun, Wang Guirong, mengatakan terkejut dengan peristiwa ini. Ia berujar ini pertama kali terjadi.

"Saya telah tinggal di Zhengzhou sepanjang hidup saya dan belum pernah melihat badai hujan yang begitu deras seperti hari ini," kata Wang.

Di sebuah video yang diunggah South China Morning Post (SCMP) digambarkan detik-detik air mulai memasuki sebuah kereta bawah tanah sarat penumpang. Dalam video itu air terlihat jelas terus menggenangi hingga ukuran dada orang dewasa.

Dilaporkan juga ada korban tewas dalam kereta bawah tanah itu. Banjir juga diketahui terjadi di Beijing, ibu kota China.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading