Internasional

Bersatu 'Hajar' China, Inggris Kirim 2 Kapal Perang ke Asia

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 July 2021 10:05
HMS Queen Elizabeth

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris mengumumkan akan mengerahkan dua kapal perang canggihnya ke perairan Asia. Langkah ini diambil untuk bergabung bersama armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Jepang guna menahan laju ekspansi territorial China.

Mengutip Reuters, kerajaan akan mengirimkan langsung kapal induk HMS Queen Elizabeth dan sebuah kapal pengawalnya ke Negeri Sakura. Nantinya kedua kapal itu akan berlabuh bersama armada tempur AS di pangkalan militer Yokosuka.


"Menyusul pengerahan perdana kelompok penyerang, Inggris akan secara permanen menempatkan dua kapal di kawasan itu mulai akhir tahun ini," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace dalam pengumuman bersama di Tokyo dengan mitranya dari Jepang, Nobuo Kishi, Rabu (21/7/2021).

Meski begitu, armada tempur Inggris ini tidak akan menetap secara penuh di Yokosuka. Armada itu akan berpindah-pindah dalam misinya di wilayah itu.

Nantinya kapal yang akan mengangkut jet siluman F-35B akan didampingi dua kapal perusak, dua fregat dan dua kapal pendukung. Armada pengawal itu sendiri berasal dari AS dan Belanda.

"Kapal-kapal Inggris tidak akan memiliki pangkalan permanen," kata juru bicara kedutaan Inggris di Tokyo.

Mengenai rute perjalanan, HMS Queen Elizabeth dan pengawalnya dikabarkan akan melalui Laut China Selatan (LCS). Kapal akan berhenti di India, Singapura, dan Korea Selatan.

Hubungan Jepang dan China sendiri saat ini memanas. Kedua negara terlibat kasus sengketa mengenai sebuah kepulauan di Laut China Timur.

Kepulauan itu diklaim oleh Beijing dengan sebutan Diaoyu. Sementara Tokyo mengatakan bahwa kepulauan itu miliknya dan dikenal dengan nama Senkaku.

Sementara itu AS dan negara barat lainnya mendukung klaim Jepang mengenai perairan ini. Beberapa bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan China telah menjadi 'biang kerok' ketegangan Asia dengan acapkali bertindak agresif dan represif di beberapa wilayah sengketa.

"(China) bertindak lebih represif di dalam negeri dan lebih agresif di luar negeri. Termasuk di Laut China Timur, hal yang berkaitan dengan Senkaku (pulau yang diperebutkan China-Jepang), Laut China Selatan dan juga sehubungan dengan Taiwan," ujarnya.

Belum ada komentar lebih lanjut dari China mengenai hal ini.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading