Internasional

Heboh! Covid India Belum Kelar, Warga Ramai-ramai Berwisata

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 July 2021 15:05
Security personnel stop vehicles for checking on the Jammu-Pathankot highway after troops around midnight spotted two drones separately flying over Kaluchak military base on the outskirts of Jammu, India, Monday, June 28, 2021. India's military said it thwarted a major threat when it intercepted two drones flying over an army base in Indian-controlled Kashmir early Monday, a day after suspected explosives-laden drones were used to attack an air base in the disputed region. (AP Photo/Channi Anand)

Jakarta, CNBC Indonesia - Covid-19 masih belum reda di India. Meski demikian kasus per harinya sudah menurun dari puncak Mei lalu, yang sempat mencapai 400.000.

Per Selasa (13/7/2021) di website Worldometers, Negeri Bollywood mencatat 40.215 kasus baru. Ini 10 kali lipat lebih rendah dari dua bulan lalu.


Mulai redanya corona ini membuat pemerintah melonggarkan pembatasan. Bahkan dari foto dan video yang tersebar di media sosial negeri itu, terlihat bagaimana turis berbondong-bondong ke tujuan wisata populer dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip BBC International, sebagian besar warga dalam video yang viral tidak mengenakan masker. Mereka bahkan tidak menjaga jarak di tempat umum.

Kondisi ini nyatanya membuat beberapa pihak khawatir. Para ahli bahkan memprediksi bakal ada gelombang ketiga corona yang potensial terjadi.

Apalagi baru 6% dari populasi yang memenuhi syarat vaksin penuh. Warga yang menerima satu dosis vaksin juga baru 22%.

"Menyakitkan bahwa pemerintah dan masyarakat berpuas diri dan mengadakan pertemuan massal tanpa protocol Covid," kata Asosiasi Medis India dikutip Rabu (14/7/2021).

"Gelombang ketiga tidak dapat dihindari dan akan segera terjadi," ujar lembaga medis itu seraya mengatakan padahal kegiatan pariwisata, ziarah bahkan upacara keagamaan seharusnya bisa menunggu hingga beberapa bulan lagi.

Kekhawatiran yang sama juga diutarakan beberapa ilmuwan. Seorang fisikawan senior, yang merupakan wakil rektor Universitas Hyderabad, Dr Vipin Srivastava mengatakan bahwa gelombang ketiga tampaknya telah mulai pada 4 Juli dengan melihat pola kasus serta angka kematian.

India diserang tsunami corona setelah acara keagamaan besar digelar di tepi Sungai Gangga, Kumbh Mela, 12 April 2021. Umat Hindu dari seluruh India datang dan berenang di sungai suci itu tanpa protocol kesehatan.

Kini, negara bagian Uttar Pradesh juga bersiap menyelenggarakan festival tahunan Kanwar Yatra pada 25 Juli. Ini menimbulkan ketakutan baru di negeri itu.

India sendiri memvaksinasi sekitar 4 juta orang per hari. Tapi perlu 8-9 juta vaksin per hari untuk mencapai target hingga akhir tahun.

Di sisi lain, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi menuturkan bahwa himbauan mengenai protokol kesehatan harus jadi perhatian. Namun ia menyebut hingga saat ini kepadatan dan penumpukan warga tidak terjadi di beberapa tempat umum.

"Tidak benar memiliki kerumunan besar di stasiun, pasar tanpa masker. Kita semua harus bekerja sama untuk menghentikan gelombang ketiga pandemi Covid-19," jawabnya mengutip Indian Express.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tsunami Corona India, Infrastruktur Vaksin Terancam Runtuh


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading