Internasional

Vaksin Sinovac Direstui Raja Salman, Warga RI Bisa ke Arab?

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 July 2021 13:15
Ilustrasi Mekkah. (AP/Ministry of Media)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah merestui penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm. Hal ini membuka kemungkinan bagi warga yang disuntik vaksin China untuk melakukan perjalanan ke negara itu, termasuk melakukan ibadah haji dan umrah..

Persetujuan penggunaan ini tercantum dalam website Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Dalam rilis terbaru berbahasa Arab, disebutkan ada enam vaksin yang diizinkan untuk dipakai di Negeri Raja Salman itu.


"Vaksin yang disetujui di kerajaan adalah (1) Pfizer/BioNTech, (2) Modern, (3) Oxford AstraZeneca, (4) Janssen, (5) Sinopharm, (6) Sinovac," tulis pernyataan itu yang diterjemahkan.

Lalu apakah warga RI sudah bisa ke Arab Saudi?

Menanggapi hal ini, Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengungkapkan bahwa secara resmi ia belum menerima pemberitahuan dari pemerintah Arab Saudi mengenai persetujuan penggunaan vaksin Sinovac.

"Belum ada edaran resmi dari kemenkes Saudi," ujarnya melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/7/2021).

Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa hingga saat ini larangan menuju Saudi masih berlaku kepada warga RI, termasuk dalam melaksanakan ibadah.

"Saudi masih suspend (untuk kedatangan)," tambahnya.

Arab Saudi sejak Februari 2021 menutup perbatasan internasionalnya. Di Mei pembatasan dilonggarkan namun kedatangan dari 20 negara, termasuk RI, masih dilarang masuk. Bahkan kuota haji masih terbatas 60.000 orang. Itu pun hanya dalam negeri saja.

Sementara itu secara terpisah, melansir Saudi Gazette, mereka yang disuntik dosis vaksin China, baik Sinovac atau Sinopharm harus menerima suntikan booster sebagai syarat masuk Arab Saudi. Ini tertuang dalam regulasi tambahan yang dirilis King Fahd Causeway Authority.

Di mana orang-orang yang menerima Sinovac dan Sinopharm harus menerima booster dari jenis yang disetujui yakni Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna. Mereka juga harus tes PCR dalam 72 jam sebelum keberangkatan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading