Rem PPKM Darurat, Jokowi Sebut Untuk Keselamatan Bersama

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
03 July 2021 16:10
Keterangan Pers Presiden Joko WidodoI terkait PPKM Darurat, Istana Merdeka, 1 Juli 2021. (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat adalah tuas rem untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman melalui siaran resminya, Sabtu (3/7/2021).

"PPKM Darurat adalah tuas rem untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari ancaman pandemi Covid-19," jelas Fadjroel.


Keputusan kebijakan PPKM Darurat, diklaim Fadjroel sudah berdasarkan rekomendasi para ahli, pemerintah daerah, dan aspirasi masyarakat.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, PPKM Darurat akan berlangsung pada 3-20 Juli 2021.

Pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa dan Bali juga dikatakan akan mengikuti kriteria acuan dari World Health Organization (WHO) berdasarkan indikator laju penularan dan kapasitas respon.

WHO membaginya ke dalam 4 level, berdasarkan kasus konfirmasi, perawatan rumah sakit, tingkat kematian, serta 3T (testing, tracing, dan treatment).

"Saat ini, terdapat 74 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa dan Bali yang berada di level 3, dan 48 Kabupaten/Kota yang berada di level 4," ujar Fadjroel.

Lebih lanjut Fadjroel mengatakan, Jokowi akan terus mendorong agar wilayah kabupaten/kota yang prioritas (zona merah) mencapai target vaksinasi sebesar 70% dari total populasi paling lambat bulan Agustus 2021.

Selain itu, pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran COVID-19. Seluruh aparat negara, TNI-Polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan, harus bahu membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini.

"Jajaran Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit, fasilitas isolasi terpusat, maupun ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga tangki oksigen," kata Fadjroel melanjutkan.

Presiden meminta kepada setiap individu untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan mendukung kerja-kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi Covid-19.

"Bangsa Indonesia selalu bisa keluar dari krisis karena dilandasi oleh kebersamaan untuk saling melindungi, serta kerjasama baik antara masyarakat dan pemerintah. Saatnya kita semua saling melindungi, saling menyayangi sesama bangsa Indonesia dan sesama umat manusia," jelas Fadjroel.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading