Internasional

Musuh China Minggir, Xi Jinping Gelar 'Pesta Mewah' Sejagad

News - sef, CNBC Indonesia
02 July 2021 08:00
Chinese President Xi Jinping is displayed on a screen as performers dance at a gala show ahead of the 100th anniversary of the founding of the Chinese Communist Party in Beijing on Monday, June 28, 2021. China is marking the centenary of its ruling Communist Party this week by heralding what it says is its growing influence abroad, along with success in battling corruption at home. Party officials on Monday heaped praise on President Xi Jinping, who has established himself as China's most powerful leader since Mao Zedong, and has eliminated any limits on his term in office. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - China menghelat 'pesta mewah' terbesar kemarin, Kamis (1/7/2021). Hajatan tersebut dibuat untuk merayakan ulang tahun ke-100 partai berkuasa, Partai Komunis China.

Sekitar 70.000 orang menghadiri perayaan itu di Lapangan Tiananmen dekat gerbang Kota Terlarang. Tak ada jarak sosial dan masker, seiring dengan turunnya kasus corona (Covid-19) di negara itu dan ketatnya vaksinasi.


Pada kesempatan itu, Presiden China Xi Jinping menegaskan tekad negeri itu untuk melawan tekanan asing. Beijing, kata dia, tak akan mengizinkan kekuatan asing menggertak bahkan mengancam serangan balasan.

"(China tidak akan menerima) 'khotbah suci' dari mereka yang merasa memiliki hak untuk menceramahi kita," kata Xi dikutip CNBC Indonesia, dikutip Jumat (2/7/2021). Meski tak menyebut negara mana, China selama ini bersitegang dengan Amerika Serikat (AS).

Ia menegaskan negara-negara yang menyerang China akan mendapat balasan. "(Mereka) akan menemukan diri tertabrak tembok besar China yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar orang," ujarnya.

Xi Jinping menyebut satu abad lalu, China memang 'layu di mata dunia. Namun citra itu berbeda saat ini.

"Citra yang dihadirkannya kepada dunia adalah salah satu bangsa yang berkembang, yang maju dengan momentum yang tak terhentikan menuju peremajaan."

China bersitegang dengan Barat terkait Hong Kong, Xinjiang dan asal usul virus corona. Di kawasan, ketegangan muncul dengan negara ASEAN terkait Laut China Selatan (LCS), di mana China mengklaim 90% wilayah itu teritorinya meski ditepis PBB.

Sementara itu, ekonomi China melonjak signifikan pada kuartal pertama (Q1) 2021. Biro Statistik Nasional China mencatat ekonomi tumbuh 18,3% (yoy).

Kasus corona yang makin merosot membuat permintaan yang lebih kuat dari dalam dan luar negeri. Upaya penanganan virus corona yang ketat dan dukungan pemerintah juga membuat bisnis bergeliat.

Meski demikian, pencapaian triwulan pertama 2021 ini, masih di bawah ekspektasi sejumlah analis yang disurvei Reuters, 19%. Sebelumnya di Q4 2020, PDB China tercatat 6,5%.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading