Viral Pasien Covid Tidur di Parkiran RS, Ini Fakta Sebenarnya

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
26 June 2021 10:37
Perawatan pasien di tenda darurat Instalasi Gawat Darurat (IGD) , RSUD tipe B Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Rabu (23/6/2021).  (CNBC INDONESIA/ANDREAN KRISTIANTO)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penampakan antrian sejumlah pasien Covid-19 di parkiran hingga mobil terbuka viral di media sosial. Ternyata, kejadian itu ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi.

Direkturnya, Kusnanto Saidi membenarkan itu. Menurutnya kejadian tersebut terjadi Kamis (24/6/2021).


"Tadi pagi (kemarin), jadi karena pasien nggak sabar menunggu di kursi roda. Jadi memilih tidur (di jalan dan mobil pikap). Mereka datang dengan gejala (Covid-19) semua. Nanti pemeriksaan di tenda sama di lorong yang kita siapkan itu, triase namanya, pemeriksaan awal," kata Kusnanto kepada wartawan, dikutip Sabtu (26/6/2021).

Tingginya lonjakan kasus Covid-19 membuat RSUD Bekasi kewalahan, sebagian pasien harus menunggu di luar. Bahkan, tenda darurat pun penuh, sehingga antrean hingga parkiran tidak terhindarkan.

"Terkait antrian tersebut. Kami sudah memantau sejak tadi malam, namun pagi hari tadi ternyata banyak antrian pasien yang datang. Banyak warga yang meminta dirujuknya ke RSUD, dan kapasitas tenda tidak tertampung," ucap Kusnanto.

Akibat antrian yang viral tersebut, Kusnanto meminta maaf. Tidak tinggal diam, pihaknya tengah mencari cara agar kejadian serupa tidak terulang.

"Diinstruksikan oleh pak Wali Kota dan kami telah membuka pada lorong pintu masuk gedung A ditetapkan sebagai triase dengan kapasitas 15 bed dan untuk mengurai pasien dan menambah satu lantai di gedung E dengan kapasitas 45 bed," jelas Kusnanto.

Tambahan kasur tersebut bertujuan mengurai antrian, setidaknya ada upaya agar pasien yang seperti terlantar itu bisa mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

"Insyaallah sore ini sudah bisa difungsikan dan beroperasional dan total ada 600 bed, di antaranya 400 untuk pasien isolasi dan 200 pasien penyakit umum. Dan, 60% pasien yang diisolasi merupakan warga yang ber-KTP Kota Bekasi, 40% warga ber-KTP luar Kota Bekasi. Tenda ini dan lorong ini merupakan triase dan untuk screening pasien karena Unit Gawat Darurat telah kami fungsikan sebagai ruang rawat untuk pasien Covid-19," paparnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Viral! Pedagang Sate Tolak Dibayar Pakai Uang Rp 75.000


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading