Internasional

China Restui Vaksin Sinovac untuk Anak & Remaja

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 June 2021 10:25
Samples of Sinovac vaccine are displayed at Suvarnabhumi airport in Bangkok, Thailand, Wednesday, Feb. 24, 2021, aheads of the arrival of first shipments of 200,000 doses of the Sinovac vaccine and 117,000 doses of the AstraZeneca vaccine on Feb. 24. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas kesehatan China memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac terhadap kelompok usia 3 hingga 17 tahun. Mengutip CNBC International, Yin Weidong, CEO Sinovac mengatakan bahwa hal ini didasari oleh uji klinis yang diadakan perusahaan itu terhadap kelompok usia ini.

Dalam uji itu ditemukan bahwa vaksin Sinovac mampu memancing antibodi tubuh untuk melawan virus corona. Selain itu efek samping yang ditimbulkan dengan suntikkan vaksin Sinovac dalam kelompok usia ini tidak berat.


Mengenai kapan vaksin itu akan digunakan, Yin mengatakan hal itu merupakan wewenang penuh pemerintah dalam menyelenggarakan kampanye vaksinasi. "Kapan vaksin Sinovac akan ditawarkan kepada kelompok yang lebih muda tergantung pada otoritas kesehatan yang merumuskan strategi inokulasi China," ujarnya dikutip Senin (21/6/2021).

Upaya vaksinasi massal China telah memberikan 723,5 juta dosis vaksin per 3 Juni 2021. Saat ini penyuntikan hanya terbuka untuk golongan yang berusia 18 tahun ke atas.

Selain Sinovac, dua perusahaan vaksin corona asal China lainnya, Sinopharm dan Cansino, juga diprediksi akan memberikan data terbaru mengenai penggunaan vaksinnya pada pemerintah. Bahkan CanSino telah memasuki uji coba Fase II yang melibatkan kelompok berusia antara enam dan 17 tahun.

Vaksin Sinovac sendiri telah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam rilis, WHO menyebut bahwa vaksin Sinovac ampuh menahan keparahan penyakit yang diakibatkan infeksi Covid-19.

"Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari mereka yang divaksinasi dan mencegah Covid-19 yang parah pada 100% dari populasi yang diteliti," kata badan global itu dalam sebuah pernyataan.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading