Catat! Restrukturisasi Polis Jiwasraya Dekati 100%

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
16 June 2021 19:21
Puluhan nasabah Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Korban Jiwasraya melakukan aksi damai di Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta, Jumat, 11/9. Aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai pencairan dana bagi para nasabah korban Jiwasraya Saving Planyang sudah lewat jatuh tempo selama 2 tahun. Sebelumnya, Jiwasraya mengklaim membayarkan tunggakan kepada sebagian nasabah senilai Rp470 miliar pada akhir Maret lalu. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan pembayaran utang klaim diberikan kepada 15 ribu nasabah pemegang polis tradisional. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Program restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus mengalami peningkatan. Pada akhir penawaran program di 31 Mei 2021, pemegang polis yang menyetujui program penyelamatan polis ini mendekati 100%.

Mengacu catatan Jiwasraya, pemegang polis Ritel yang menyetujui program restrukturisasi mencapai 99,9% atau 156.075 polis dari 156.283 polis. Di waktu yang sama, pemegang polis Korporasi mencapai 99,5% atau 2.092 polis dari 2.103 polis. Kemudian untuk pemegang polis Bancassurance mencapai 96,2% atau 16.804 polis dari 17.459 polis.

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya yang juga Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso mengatakan bahwa dari akhir penawaran program restrukturisasi pada 31 Mei 2021 kemari, angka peserta polis yang mengikuti program ini terus dilakukan pengecekan melalui data entry.


"Angka ini terus bergerak dari posisi per 31 Mei. Dan masih kita proses," terang Mahelan dalam Webinar Penyelesaian Masalah Jiwasraya Dorong Perbaikan Industri Asuransi, Rabu (16/6/2021).

Mahelan menyebutkan, setelah penawaran restrukturisasi selesai, Tim Percepatan Restrukturisasi akan melakukan proses administrasi. Di mana, salah satunya adalah melakukan pencetakan polis, yang mana kemudian pemegang polis akan menandatangani hasil pencetakan tersebut agar bisa berpindah ke IFG Life.

Adapun proses administrasi itu diperkirakan selesai pada akhir Juni 2021 ini, sambil menanti cairnya Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 20 triliun oleh pemerintah kepada induk Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau IFG.

"Di Juli nanti secara bertahap akan kami lakukan proses pemindahan tersebut ke IFG Life. Nanti prosesnya akan berpindah atas hasil RUPS, tentu saja proses perpindahan ini membutuhkan waktu dan kehati-hatian karena kita mengedepankan proses Good Corporate Governance (GCG)," ungkap Mahelan.

Proses perpindahan pun, kata Mahelan, akan mengedepankan proses due diligence antara IFG Life dengan pemegang polis. Lalu, setelah proses itu selesai maka pemegang polis akan dilanjutkan pembayaran manfaatnya sesuai dengan yang disepakati dalam skema program restrukturisasi.

Sebagai pengelola polis Jiwasraya, IFG Life akan memiliki dana jumbo yang mencapai sekitar Rp 26,7 triliun yang diperoleh dari PMN Rp 22 triliun dan fund rising induk holding sebesar Rp 4,7 triliun. Melalui dana jumbo itu, IFG Life akan dikelola dengan GCG secara ketat. Perusahaan asuransi baru itu dipastikan akan mengeluarkan produk yang transparan.

"Akan ada banyak pengawasanya dan saat ini di bawah holding, IFG Life jadi lebih baik lagi. Beberapa rencana di IFG life dan regulator menyampaikan bahwa manajemen risiko tingkat kesehatan empat aspek perusahaan, mirip sekali dengan perusahaan industri perbankan. Yaitu aspek profil risiko, permodalan dan rentabilitas," jelas Mahelan.

Pada kesempatan yang sama, Praktisi Asuransi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Kapler A Marpaung mengatakan bahwa dengan memiliki dana yang jumbo, IFG Life harus memiliki paradigma dan spirit yang baru.

"Ini benar-benar bisa menjadi transformasi perusahaan asuransi yang elegan. IFG Life sebagai perusahaan negara harus bisa menjadi market leader," ungkap Kapler.

Untuk memberi dukungan kepada IFG Life, perusahaan harus membekali kompetensi kepada tenaga penjual atau agen. Sehingga, para agen bisa memahami investasi dan portfolio di industri asuransi ini.

"Kita harus bekali time value of money. Harus dibekali pengetahuan investment dan portofolio investment," katanya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading