Internasional

Ditampar di Pipi Kiri, Ini Pernyataan Presiden Prancis Macron

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
09 June 2021 08:45
France's President Emmanuel Macron delivers a speech during a Citizens' Convention on Climate, in Paris, Monday, Dec. 14. (AP Photo/Thibault Camus, Pool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmaul Macron akhirnya memberi komentar setelah insiden penamparan yang dilakukan seorang warga ke dirinya. Alih-alih marah, ia malah memberi pernyataan mengejutkan.

"Saya baik-baik saja," katanya kepada surat kabar lokal Dauphine Libere dalam sebuah wawancara, sebagaimana dikutip AFP, Rabu (9/6/2021).

"Kita harus menempatkan insiden ini, dalam perspektif peristiwa yang terisolasi."


Karenanya, ia meminta persoalan ini tak menjadi perdebatan publik. Karena menurutnya sikap sejumlah individu itu tak pantas mendapat perhatian.

Sebelumnya, kejadian tak terduga dialami Macron Selasa. Ia ditampar seorang pria saat melakukan kunjungan kerja ke Tan-l'Hermintage di luar kota Valence, Drome.

Dari video yang viral di Twitter, Macron kala itu tengah menemui kerumunan warga yang dibatasi garis pembatas guna menanyakan dampak pandemic Covid-19. Namun sayangnya, seorang warga yang hendak dirangkulnya justru memberikan tamparan ke wajah kirinya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar oleh seorang pria saat kunjungan ke Tain-l'Hermitage, di Prancis, Selasa, 8 Juni 2021. (Tangkapan Layar via Twitter @AlexpLille)Foto: Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar oleh seorang pria saat kunjungan ke Tain-l'Hermitage, di Prancis, Selasa, 8 Juni 2021. (Tangkapan Layar via Twitter @AlexpLille)
Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar oleh seorang pria saat kunjungan ke Tain-l'Hermitage, di Prancis, Selasa, 8 Juni 2021. (Tangkapan Layar via Twitter @AlexpLille)

Hal ini membuat Macron segera ditarik petugas keamanan dari kerumunan. Pelaku penamparan diamankan segera oleh petugas.

Pria itu sendiri sempat berteriak A Bas La Macronie atau Ganyang Macronia saat itu. Ia juga meneriakkan Montjoie Saint Denis", seruan perang tentara Prancis ketika negara itu masih monarki.

Melansir Reuters, dua orang ditangkap karena aksi itu. Identitas pelaku dan motif masih belum jelas. Namun slogan yang diteriakkan pelaku kerap digunakan kaum loyalis dan orang-orang sayap kanan di Prancis.

Meski insiden terjadi, beberapa menit kemudian, Macron kembali menemui barisan warga. Ia kembali berjabat tangan dengan massa.

Wali Kota Xavier Angeli mendesak keamanan Macron ditingkatkan. Perdana Menteri Prancis Jean Castex menilai penyerangan adalah penghinaan ke demokrasi.

Melansir media yang sama, Macron kerap dituding lawan politiknya sebagai bagian dari elit kaya yang jauh dari sosok memperhatikan warga. Ia sebelumnya adalah seorang mantan bankir.

Insiden ini bukan yang pertama kali dialami Macron di depan umum. Di 2016, ia pernah dilempar telur saat menjabat sebagai menteri ekonomi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading