Pemulihan Kabel Laut Telkom Putus Makan Waktu, Ini Sebabnya

News - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 June 2021 20:32
kabel bawah laut (Ist Dokumentasi PLN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak akhir April lalu, kabel laut fiber optik ruas Biak-Jayapura diketahui terputus. Saat melakukan pemulihan layanan telekomunikasi, PT Telkom harus mengalami sejumlah kendala.

Salah satunya adalah soal ketersediaan kapal. Sejauh ini ada empat kapal yang bisa melakukan penggelaran kabel bawah laut namun hanya tersedia satu kapal saja.

"Dua di antaranya tidak berfungsi, satu melakukan overhaul dan maintenance dan hanya tersisa 1 kapal. Satu kapal itulah yang digunakan oleh PT Telkom untuk menggelar mengangkat kabel putus dan menyambung kabelnya," kata Menteri Kominfo, Johnny Plate dalam Konferensi Pers yang dikutip dari kanal Youtube Kementerian Kominfo, Senin (7/6/2021).


Sementara itu Direktur Utama PT Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan dari periode 1-18 Mei 2021 pihaknya melakukan pengurusan kapal. Selain itu juga harus berangkat menuju Makassar dimana spare kabel berada.

Keberangkatan dari Makassar baru dilakukan menuju Jayapura. Akhir Mei hingga hari ini masih melakukan proses penyiapan penyambungan kabel.

Namun prosesnya juga tak mudah. Sebab penyambungan kabel dilakukan di atas kapal. Saat kabel ditarik ternyata tersangkut dan harus dicarikan jalan keluar.

"Beberapa hari ini cuaca ekstrem menghambat baru selesai Insya Allah 1-2 hari kabel bisa recovery normal kembali seperti biasanya," jelas Ririek.

Sementara itu Johnny menegaskan putusnya kabel laut di Papua karena faktor alam. Kabel itu putus di posisi 280 km dari kota Biak dengan kedalaman mencapai 4.050 meter di bawah permukaan laut.

Johnny juga mengatakan jika putusnya kabel bukan hanya terjadi baru kali ini saja. Di Papua khususnya sudah pernah terjadi lima kali dan kebanyakan karena faktor alam.

Dia mengharapkan penyambungan kabel itu bisa berjalan dalam satu minggu ke depan. Sehingga pemulihan kapasitas bisa dilakukan.

Putusnya kabel laut itu menyebabkan terganggunya 154 gbps dari total trafik di Papua 464 gbps. Dengan informasi ini Johnny juga menegaskan jika tidak ada total black out di Papua.

"Saya perlu menekankan ini karena ada kesan seolah-olah putusnya mengakibatkan total Black out di Papua, tidak betul. Yang betul terdampak 154 dari total 464 gbps," kata Johnny.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading