Ada Xi Jinping, RI Mau Pamer Kereta Cepat ke Negara G20!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
07 June 2021 19:26
kereta cepat

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah beberapa kali memamerkan proyek infrastruktur baru di mata internasional. Wajah Indonesia harus bersolek supaya mendapat kesan manis dari tamu besar luar negeri.

Proyek seperti tol Bali Mandara dikebut pembangunannya untuk acara Konferensi Tingkat Tinggi (APEC) Oktober 2013 lalu, Juga saat Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke 50 yang berhasil memamerkan tol Cipularang.

Pada penyelenggaraan acara olah raga seperti Asean Games 2018, Indonesia juga berbenah, mulai dari pemugaran Gelora Bung Karno, hingga penyediaan infrastruktur transportasi LRT Palembang. Sirkuit Mandalika juga dibangun khusus untuk penyelenggaraan acara Moto GP 2021, meski gagal digantikan acara Super Bike.


Kini giliran yang akan dikebut adalah Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Proyek yang digadang - gadang akan menjadi icon transportasi masa depan di Indonesia. Indonesia menjadi pemilik pertama kereta cepat yang berkecepatan 350 kilometer per jam. Sehingga waktu tempuh Jakarta - Bandung hanya 36 - 46 menit.

Pada 2022, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung dan bisa uji coba pada November. Saat bersamaan, Indonesia jadi tuan rumah pertemuan para kepala negara G20 di Bali. Presiden China Xi Jinping, disiapkan agenda untuk menjajal perdana kereta cepat ini bersama Jokowi.

"Iya bisa dikatakan ini seperti simbol transportasi kita ke arah yang lebih maju. Kita jadi tuan rumah di event yang prestis kita juga harus bisa memperlihatkan majunya transportasi kita, dan bisa disetarakan dengan negara maju," kata General Manager Corporate Secretary, PT KCIC, Mirza Soraya, kepada CNBC Indonesia, Minggu (7/6/2021).

Saat ini PT KCIC selaku pengembang proyek ini terus mempersiapkan agenda tersebut sehingga sesuai dengan rencana.

"Hingga saat ini terkait peresmian dengan Presiden China Xin Jin Ping, kami belum mendapatkan informasi resmi, tapi jika memang diharapkan seperti itu, kita siap melakukan hal itu. Kita tinggal menunggu arahan dari pemerintah," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading