Ini 12 Proyek PLTU Batu Bara Yang Disetop Pembangunannya

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 June 2021 13:46
Aktifitas pekerja saat bongkar muat Batubara yang datang dari Batam di Pelabuhan KCN Cilincing,  Jakarta Utara, Kamis (12/4). Keputusan Menteri ESDM Nomor 1359K/30/MEM/2018 soal harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik buat kepentingan umum, pemerintah menetapkan harga jual untuk PLTU US$70 per ton.  pemerintah juga menetapkan volume maksimal pembelian batubara untuk pembangkit listrik 100 juta ton per tahun atau sesuai kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik.Jonan menegaskan, penetapan harga jual batubara untuk PLTU agar tarif tenaga listrik tetap terjaga demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat per Mei 2021 ada 34 proyek pembangkit listrik yang pembangunannya mangkrak.

Dari 34 proyek yang mangkrak, 12 di antaranya dihentikan pembangunanya dan akan digantikan dengan proyek lain non pembangkit, yakni transmisi dan gardu induk.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers secara daring, Jumat (04/06/2021) mengatakan alasan dihentikannya proyek karena ditemui berbagai kendala di lapangan.


"Realisasi di lapangan ada berbagai alasan, mulai dari kontraktor memble atau apa, kita nggak bisa nunggu lagi. Untuk melayani masyarakat di sana, terminasi ini harus diganti dengan proyek lain non pembangkit," ungkapnya.

Berikut 12 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang pengerjaanya dihentikan :

1. PLTU Tembilahan berlokasi Sumatera dengan kapasitas 2x5,5 mega watt (MW) dimiliki oleh swasta atau Independent Power Producer (IPP).

2. PLTU Kuala Tungkal berlokasi di Sumatera berkapasitas 2x7 MW milik PT PLN (Persero).

3. PLTU Ipuh Seblat berlokasi di Sumatera berkapasitas 2x3 MW milik PT PLN (Persero).

4. PLTU Bengkalis berlokasi di Sumatera dengan kapasitas 2x10 MW milik PT PLN (Persero).

5. PLTU Tarakan berlokasi di Kalimantan dengan kapasitas 2x7 MW milik PT PLN (Persero).

6. PLTU Kuala Pambuang berlokasi di Kalimantan dengan kapasitas 2x3 MW milik PT PLN (Persero).

7. PLTU Buntok berlokasi di Kalimantan dengan kapasitas 2x7 MW milik PT PLN (Persero).

8. PLTU Raha berlokasi di Sulawesi dengan kapasitas 2x3 MW milik PT PLN (Persero).

9. PLTU Bau-Bau berlokasi di Sulawesi dengan kapasitas 2x10 MW milik PT PLN (Persero).

10. PLTU Wangi-Wangi berlokasi di Sulawesi dengan kapasitas 2x3 MW milik PT PLN (Persero).

11. PLTU Ambon-FTP1 berlokasi di Maluku Papua dengan kapasitas 2x15 MW milik PT PLN (Persero).

12. PLTU Jayapura berlokasi di Maluku Papua dengan kapasitas 2x15 MW milik PT PLN (Persero).

Mayoritas pembangkit listrik yang macet itu merupakan PLTU sebanyak 31 unit dan tiga unit lainnya merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

Sebelumnya, Direktur Mega Proyek PLN Muhammad Ikhsan Asaad mengakui bahwa 32 unit pembangkit yang macet tersebut adalah milik PLN. Namun sayangnya, dirinya enggan menjelaskan penyebab macetnya proyek pembangkit listrik tersebut.

Yang jelas, lanjutnya, PLN berkomitmen untuk menyelesaikan proyek yang terkendala ini. "34 proyek (32 PLN dan 2 IPP) yang diberitakan 'mangkrak'/ terkendala saat ini, PLN komitmen untuk penyelesaiannya," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (02/06/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading