Polling CNBC Indonesia

Inflasi Meninggi, Daya Beli Rakyat Kuat Lagi?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
31 May 2021 09:03
Suasana penumpang kereta api Sawunggalih yang baru saja tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (19/5/2021). Berakhirnya masa larangan mudik oleh pemerintah sejak Senin (17/5/2021), Stasiun Pasar Senen mulai dipenuhi pemudik arus balik dengan keberangkatan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pantauan CNBC Indonesia pukul 15.00 WIB, suasana di area Stasiun Pasar Senen cukup ramai. Banyak penumpang yang berada di sekitar area stasiun. Suasana tersebut sama saat sebelum memasuki masa larangan mudik 6-17 Mei 2021. Di mana, para penumpang yang hendak memakai kereta api jarak jauh (KAJJ) terpantau ramai sehingga menyebabkan antrean tes GeNose di Stasiun Pasar Senen. Data penumpang tiba per Rabu 19/5 yaitu Kereta Api: 21, Penumpang 8.276.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Laju inflasi Indonesia semakin terakselerasi. Ada dua kemungkinan, satu faktor musiman kenaikan konsumsi karena momentum Ramadan-Idul Fitri, dua memang daya beli rakyat mulai pulih.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi nasional periode Mei 2021 pada 2 Juni 2021. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan laju inflasi bulan kelima tahun ini di 0,305% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).

Sementara laju inflasi dibandingkan Mei 2020 (year-on-year/yoy) diperkirakan sebesar 1,67%. Kemudian inflasi inti tahunan 'diramal' 1,37% yoy.


Institusi

Inflasi mtm (%)

Inflasi yoy (%)

Inti yoy (%)

Bank Mandiri

0.32

1.68

1.25

ING

-

1.7

-

Bank Danamon

0.27

1.63

1.4

CIMB Niaga

0.39

1.75

1.26

Maybank Indonesia

0.36

1.72

1.37

BNI Sekuritas

0.3

1.66

-

Bank Permata

0.31

1.67

1.28

BCA

0.29

1.65

1.49

Danareksa Research Institute

0.3

1.67

1.54

MEDIAN

0.305

1.67

1.37

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) hingga pekan keempat memperkirakan inflasi pada Mei 2021 sebesar 0,28% mtm. Sedangkan inflasi tahunan dipekirakan 1,64% yoy dan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) 0,86%.

"Penyumbang utama inflasi Mei 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas angkutan antarkota sebesar 0,09% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,06% (mtm), daging sapi dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,03% (mtm), jeruk dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,02% (mtm), kelapa, kangkung, kentang, bayam, udang basah, ikan tongkol, ikan kembung dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01% (mtm). Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi antara lain cabai rawit dan cabai merah masing-masing sebesar -0,05% (mtm), serta telur ayam ras sebesar -0,01% (mtm)," sebut keterangan tertulis BI.

Mudik, Ekonomi Bangkit Tapi Corona 'Mengintip'
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading