Bos Bulog: Ada Mafia-Mafia Daging yang Bermain dengan Daging!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
18 May 2021 19:12
Dirut Bulog Budi Waseso melakukan kegiatan operasi pasar khusus gula di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (15/5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga daging sapi sempat melambung tinggi hingga Rp 150 ribu/Kg walau pemerintah sudah memuluskan langkah impor. Ada kecurigaan soal permainan 'mafia' daging sapi. Benarkah?

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut kenaikan itu karena ada campur tangan mafia daging. "Ada mafia-mafia yang bermain dengan daging," ujar Buwas dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (18/5/21).

Bulog sudah menjalankan operasi pasar daging sapi untuk menekan lonjakan harga daging sapi. Ada dua jenis daging yang disiapkan dalam operasi tersebut, yakin sapi-kerbau beku sebanyak 13.000 ton dengan harga Rp 80 ribu/kg, serta daging sapi beku impor dengan banderol Rp 90 ribu/kg. Namun, Buwas mengakui langkah tersebut tidak mampu menurunkan harga daging sapi di pasaran.


"Walaupun tidak menurunkan harga sapi karena daging sapi dengan daging kerbau konsumennya berbeda. Kemarin ada 13 ribu ton (sapi-kerbau beku) kita gunakan untuk operasi pasar, memang sebagian besar dirasakan oleh masyarakat. Tapi yang fanatik atau tetap berharap daging sapi, karena Bulog memiliki daging sapi yang terbatas, kita jual sampai ke konsumen Rp 90 ribu, itu juga tidak nendang (menurunkan harga) karena keterbatasan kemampuan Bulog," jelasnya.

Buwas mengklaim harga daging sapi di bawah Rp 100 ribu yang dijual Bulog cukup membantu, karena banyak masyarakat yang membeli dengan harga jauh lebih mahal.

Harga rata-rata daging sapi dua hari jelang lebaran di DKI Jakarta masih tergolong mahal, yakni di kisaran Rp 146.650 per kg berdasarkan Pusat Informasi Harga Strategis Pangan Nasional (PHIPS). Angka ini tidak beranjak dari Jumat pekan sebelumnya.

Di hari ini, harganya lebih mahal lagi, mencapai Rp 148.350/Kg. Padahal, pemerintah sudah memberi acuan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yang berkisar Rp 80 ribu - Rp 105 ribu.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengapa harga daging sapi di pasaran tetap tinggi. Namun, Buwas mengklaim bukan pihaknya yang membuat harga daging sapi dan kerbau naik menjelang Lebaran kemarin.

"Ini pasti bukan perbuatan Bulog, pasti, tapi namanya orang yang nakal itu pasti dia ada aja usahanya bagaimana dia mendapatkan keuntungan," sebutnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading