Mudik Dilarang, Konsumsi Listrik Lebaran Merata Naik

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
17 May 2021 18:15
Melihat Gardu Induk 150kV Kendari. CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik masyarakat pada lebaran tahun 2021 ini meningkat dibandingkan konsumsi listrik pada lebaran pada tahun lalu.

Hal ini terlihat dari beban puncak listrik pada periode lebaran Idul Fitri 2021 ini terjadi kenaikan hampir di seluruh wilayah RI.

Di Jawa dan Bali, beban puncak naik 5,47%, di Sumatera naik 4,8%, di Sulawesi naik 10%, di Sulawesi bagian Selatan naik 11%, serta Sulawesi dan Gorontalo naik 6,28% dibandingkan lebaran pada 2020 lalu.


Hal tersebut diungkapkan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril.

Bob menyebut, kenaikan beban puncak pada lebaran tahun ini karena larangan mudik dan adanya pembatasan mikro.

"Salah satu penyebabnya adalah adanya larangan mudik dan juga pembatasan dilaksanakan secara mikro," tuturnya kepada CNBC Indonesia, Senin (17/05/2021).

Dia merinci, beban puncak pemakaian listrik pada lebaran 2021 di Jawa dan Bali mencapai 19.197 mega watt (MW), di Sumatera 5.173 MW, di Sulawesi 1.537,4 MW, Sulawesi bagian Selatan 1.175,5 MW, serta Sulawesi Utara dan Gorontalo 361,9 MW.

Namun demikian, dia mengakui, bila dibandingkan kondisi normal saat hari kerja, beban listrik pada libur lebaran ini turun. Beban puncak di Jawa dan Bali turun 25% dibandingkan beban puncak pada hari kerja, di Sumatera turun 11,57%, Sulawesi turun 4,5%, Sulawesi bagian Selatan turun 3,7%, serta Sulawesi Utara dan Gorontalo turun 7,01% dibandingkan hari kerja.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Minus, Penjualan Listrik PLN Lebih Tinggi dari Proyeksi


(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading