Internasional

Situasi Terkini Gaza Masih Mencekam, Hampir 200 Orang Tewas

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
17 May 2021 11:05
Mourners carry the the bodies of Palestinians who were killed in overnight Israeli airstrikes that hit their homes, during their funeral in Gaza City, Sunday, May 16, 2021. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan Israel diĀ Jalur Gaza Palestina masih terjadi. Minggu (16/5/2021), Israel menembakkan bom dengan pesawatnya yang menghancurkan rumah-rumah penduduk dan menewaskan 42 orang, termasuk 10 anak-anak.

Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, jumlah korban tewas di wilayah dengan dua juta penduduk itu kini mencapai hampir 200 jiwa. Senin (17/5/2021), Reuters melaporkan, 197 warga meregang nyawa akibat serangan yang terjadi, sebanyak 58 di antaranya adalah anak-anak dan 34 wanita.


Sebelumnya, kekerasan kembali terjadi pasca penyerbuan di komplek Masjid Al-Aqsa dua pekan lalu. Ini akibat konflik pendudukan tanah warga Palestina oleh Israel untuk pemukiman Yahudi di Yerussalem Timur.

Israel mengusir warga Palestina yang tengah salat di bulan Ramadhan di area situs suci umat Muslim itu. Balas dendam dilakukan Hamas, yang menjadi otoritas di Gaza, pasca bentrok melukai ratusan orang terjadi.

Serangan Hamas Senin lalu membuat Israel membombardir Gaza serangan udara selama sepekan. Saling serang disebut Israel juga menyebabkan 10 warganya tewas termasuk dua anak-anak.

Internasional meminta kedua belah pihak melakukan gencatan senjata. "Semua pihak perlu mengurangi ketegangan - kekerasan harus segera diakhiri," kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken di Twitter.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Antonio Guterres merespons konflik dengan menyebutnya "hal yang mengerikan". Guterres mengatakan serangan dari Israel maupun Palestina merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

"Putaran terakhir kekerasan ini hanya melanggengkan siklus kematian, kehancuran dan keputusasaan, dan mendorong jauh harapan untuk hidup berdampingan dan perdamaian," kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB dikutip dari CNBC International.

"Konflik harus dihentikan. Ini harus segera dihentikan. Roket dan mortir di satu sisi dan pengeboman udara dan artileri di sisi lain harus dihentikan ... Saya mengimbau semua pihak untuk memperhatikan panggilan ini."

Sementara itu, RI, Malaysia dan Brunei mengeluarkan pernyataan bersama. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin hingga Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah mengecam agresi Israel di Palestina.

"Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak," tulis pernyataan itu.

Israel Tak Akan Mengakhiri Serangan?

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan mengakhiri serangan Israel ke Palestina. Ia bahkan menyebut butuh waktu agar pertempuran berakhir.

"Kami akan melakukan apa pun untuk memulihkan ketertiban. Ini akan memakan waktu," kata Netanyahu selama wawancara di CBS.

"Kampanye kami melawan organisasi teroris berlanjut dengan kekuatan penuh ... Kami bertindak sekarang, selama diperlukan, untuk memulihkan ketenangan dan ketenangan Anda, warga Israel."


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading