Bos Satgas Covid-19: Larangan Mudik Keputusan Politik Jokowi!

News - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
05 May 2021 09:50
Keterangan Pers Menko Perekonomian, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB, 3 Mei 2021. (Dok: Tangkapan Layar Youtube Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Satuan Tugas PenangananĀ Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengungkapkan alasan pemerintah melarang mudik lebaran tahun ini. Hal itu diungkapkan Doni dalam acara FMB9 "Jaga Keluarga, Tidak Mudik" yang berlangsung virtual, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan, keputusan pemerintah untuk melarang mudik sangat tepat. Sebab, berkaca kepada libur panjang tahun lalu, termasuk libur lebaran, kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan. Pun kapasitas ruang ICU yang melonjak lebih dari 80%.

"Beberapa provinsi lebih dari 100% sehingga pasien dibawa keluar RS. Angka kematian 250 kematian per hari, para pahlawan pejuang dokter dan perawat jadi korban terpapar Covid-19 karena merawat pasien," kata Doni.

Ia lantas menegaskan larangan mudik merupakan pilihan strategis yang harus diikuti.



"Ini keputusan politik kepala negara (Presiden Joko Widodo). Tidak boleh ada pejabat pemerintah yang beda narasinya," ujar Doni.

Ia mengatakan, satgas akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Doni bilang lebih baik cerewet ketimbang korban Covid-19 bertambah. Apalagi masyarakat yang mau mudik masih sangat besar menurut survei Kemenhub, yaitu 7% (18 juta orang).

"Tugas kita mengurangi angka ini. Seluruh pihak pusat dan daerah, tingkat desa dan keluruhan, ingatkan masyarakat kita jangan mudik. Mari bersabar menahan diri. Kalau dibiarkan pasti terjadi penularan oleh mereka yang datang dari luar dari kampung halaman. Setiap RS belum tentu ada dokter, belum tentu memadai," kata Doni.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading