Internasional

Kasus Melonjak Tinggi, Wilayah di Malaysia Ini Harus Lockdown

News - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
05 May 2021 03:30
Food delivery riders break their fast in front of Twin Towers during the movement control order due to the outbreak of the coronavirus disease (COVID-19) in Kuala Lumpur, Malaysia, on Friday, May 1, 2020. Malaysia will allow most business activities to reopen from May 4, Malaysian Prime Minister Muhyiddin Yassin says the economy needs to be revived as billions have been lost during the partial lockdown that began in March. (AP Photo/Vincent Thian) Foto: Resesi Malaysia. AP/Vincent Thian

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Malaysia kembali melakukan karantina wilayah (lockdown) seiring dengan peningkatan kasus yang dialami negara tersebut. Meski demikian lockdown tidak dilakukan secara nasional, hanya di beberapa area yakni Selangor, Kuala Lumpur, Penang, Johor, Sabah dan Serawak, yang akan dikenai status kontrol pergerakan (MCO) bersyarat.

Perintah MCO akan dilakukan dua minggu ke depan, atas usul Kementerian Kesehatan karena dalam dua minggu terakhir. Negeri Jiran ini juga mengalami gelombang kasus baru dan dalam perintah MCO, pasar Ramadhan akan ditutup. Begitu juga dengan sekolah, dan dan kegiatan sosial serta agama akan dilarang.

"Kementerian Kesehatan telah menyarankan kepada pemerintah negara bagian, pemerintah federal dan Dewan Keamanan Nasional untuk memberlakukan MCO setelah penilaian risiko menyeluruh, di mana kami melihat beberapa indikator utama," kata Menteri Kesehatan Datuk Seri Dr Adham Baba Dilansir dari New Strait Times, Selasa (04/05/2021).


Akibat peningkatan kasus ini, jumlah pasien kritis naik 62% dalam dua minggu dan menyebabkan ICU kewalahan. Bahkan enam RS di Lembang Klang melaporkan 70% ranjang ICU terisi penuh.

"RS Sungai Buloh, RS Kuala Lumpur, RS Ampang, RS Serdang, RS Selayang dan RS Tengku Ampuan Rahimah sudah over 70% kapasitasnya bahkan ada yang hampir mencapai 100%," ujarnya Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Tan Sri Noor Hisham Abdullah di Facebook ditulis The Star.

"Dengan kapasitas ICU Universiti Malaya Medical Centre, kapasitas tempat tidur ICU sekarang lebih dari 50%," lanjutnya.

Sementara itu, melansir Free Malaysia Today, Kepala Menteri Penang Chow Kon Yeow menegaskan belum ada keputusan resmi Putrajaya soal MCO secara nasional. Hal ini diuangkapkan usai pertemuan membahas Covid-19 dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Kasus Covid-19 harian Malaysia naik ke angka 2.000 lebih sejak 15 April 2021. Pada Minggu, angka kasus bahkan sempat menyentuh 3.418, rekor terbanyak sejak 24 Februari.

Dalam laporan Malay Mail,Malaysia melaporkan jumlah kasus gejala berat juga rekor. Di mana 345 orang membutuhkan perawatan intensif dan 175 membutuhkan bantuan ventilator. Dari Wordlomenters, per Senin ada 2.500 kasus harian baru dengan 18 kematian. Secara total, sudah 417.512 warga Malaysia terinfeksi corona dengan total kematian mencapai 1.551


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading