Kapal Selam Tinggal 4, TNI AL: Kita tak Bisa Berbuat Apa-apa

News - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
29 April 2021 11:25
In this aerial photo taken from a maritime patrol aircraft of 800 Air Squadron of the 2nd Air Wing of Naval Aviation Center (PUSPENERBAL), the Indonesian Navy submarine KRI Alugoro sails during a search for KRI Nanggala, another submarine that went missing while participating in a training exercise on Wednesday, in the waters off Bali Island, Indonesia, Thursday, April 22, 2021. Indonesia's navy ships on Thursday were intensely searching for the submarine that likely fell too deep to retrieve, making survival chances for all the crew on board slim. Authorities said oxygen in the submarine would run out by early Saturday. (AP Photo/Eric Ireng)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut saat ini hanya memiliki empat kapal selam yang bisa digunakan untuk menjaga seluruh wilayah perairan Indonesia. Empat kapal ini adalah jumlah total setelah KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono berharap pemerintah segera menambah kapal selam untuk TNI AL.

Dari empat kapal selam yang tersisa, satu di antaranya sedang diperbaiki atau overhaul di Korea Selatan. Kapal selam yang dimaksud yaitu KRI Cakra-401. Usia kapal ini tak jauh berbeda dengan KRI Nanggala-402, yakni kurang lebih 40 tahun.

Sementara tiga lainnya adalah kapal selam buatan Korsel. Kapal-kapal itu, yakni KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405. Ketiga kapal buatan Korea Selatan terbilang baru. Saat ini hanya tiga kapal selam itu yang siap melaksanakan kegiatan operasi.

"Harapan kami alutsista ke depan kita bertambah, bayangkan kalau cuma tinggal empat dengan perairan seluas ini, ya tentu kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Ahmadi dalam keterangan, Rabu (28/4/2021).



Dalam kesempatan itu, Ahmadi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan antisipasi berkaitan dengan kecelakaan alutsista setelah KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Bali. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi, apalagi hal itu masih berhubungan dengan faktor alam.

"Sembari kita mengevaluasi tindakan-tindakan ke depan untuk kapal perang, di mana harapan kita ke depan kita akan punya banyak kapal selam untuk menjaga kedaulatan NKRI," kata dia.

Dia menilai kapal selam adalah kebutuhan yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan NKRI, selain memiliki nilai strategis yang sangat besar.

"Orang enggak ngerti tahu-tahu ada kekuatan di bawah air, menembakkan torpedo dan sebagainya. Itulah kenapa kapal selam ini disebut sebagai monster bawah air," kata dia.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading