Tragedi KRI Nanggala & Rencana Prabowo Beli Kapal Selam Baru

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
28 April 2021 06:30
Indonesian Defense Minister Prabowo Subianto talks to media during a press conference regarding a missing navy submarine in Bali, Indonesia,Thursday, April 22, 2021. Indonesia's navy ships are intensely searching the waters where one of its submarines was last detected before it disappeared, as neighboring countries are set to join the complex operation. (AP Photo/Firdia Lisnawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kabarnya berencana menambah tiga kapal selam baru dalam beberapa waktu ke depan. Rencana ini muncul usai tragedi tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 di laut Bali Utara.

Pihak Komisi I DPR RI yang mengawasi bidang pertahanan sudah mendesak agar segera ada langkah konkret dari pemerintah. Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi sudah memberi aba-aba bahwa pemerintah bakal menambah kapal selam anyar sampai 2024 mendatang.


"Rencananya ada tiga kapal selam lagi tahun 2024," katanya kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (28/4/21).

Dalam rencana strategi (renstra), Indonesia idealnya disebut punya 12 kapal selam. Namun saat ini Indonesia hanya memiliki jauh di bawahnya. Sebelum tenggelamnya Nanggala-402, Indonesia memiliki 5 kapal selam, namun setelah tragedi itu maka berkurang menjadi empat.

Kapal selam tersebut adalah Kapal Selam Nagapasa-403, Kapal Selam Ardadedali-404, Kapal Selam Alugoro-405 serta Kapal Selam Cakra-401.

"Ya ini adalah sebagai peringatan 'keras' untuk alutsista yang sudah uzur hendaknya dikandangkan saja dan dipersiapkan yang 'brand new'. Alutsista seperti kapal selam, kapal laut, heli, pesawat atau senjata yg diawaki, perlu dievaluasi tingkat kesiapannya," sebut Bobby.

Demi memperbarui alutsista, DPR juga memberi beberapa catatan penting, karena keterbatasan anggaran, maka TNI harus membuat skala prioritas.

"Tentunya menentukan skala prioritas- dari banyaknya pilihan-pilihan postur pertahanan, khususnya untuk senjata yang diawaki, yang sudah lewat usia pakai atau lewat batas jam pemakaian," jelasnya.

Menhan Prabowo sempat dikabarkan menjajaki pengadaan kapal selam dari Prancis dan Jerman. Namun, kepastiannya belum jelas, setelah pengadaan 3 kapal selam baru dari Korsel sudah tuntas. Berikut dua model kapal selam yang dijajaki Indonesia.

1. Kapal Selam Riachuelo

Per Desember 2020, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilaporkan berdiskusi dengan konsorsium perusahaan galangan kapal asal Perancis Naval Group. Seperti dilaporkan Janes, Indonesia tengah menjajaki pemesanan kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene.

Scorpene adalah kapal selam konvensional yang dirancang oleh Naval Group (Perancis) untuk pasar ekspor. Naval Group memang memberikan promosi dengan iming-iming transfer teknologi dalam pembelian kapal selamnya.

2. Kapal Selam Tipe 214

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN mengadakan pertemuan dengan para perwakilan dari Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS), produsen kapal selam asal Jerman pekan ini. TKMS menawarkan proposal pengadaan kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 kepada TNI Angkatan Laut.

Kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 merupakan salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang juga bertipe hybrid.

SSK Tipe 214 merupakan kapal selam dengan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe sebelumnya yakni tipe 209 dan tipe 212A.

Penggabungan prinsip desain tersebut, menjadikan SSK Tipe 214 memberi solusi penghematan biaya operasional yang sangat mumpuni dan menjadi opsi terbaik untuk digunakan bagi Angkatan Laut global.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading