RI Terancam Diserbu Daging Ayam Impor, Sudah Lampu Kuning!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
23 April 2021 17:23
daging ayam ras

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberi sinyal serbuan ayam impor ke pasar dalam negeri suatu keniscayaan karena tingginya harga pakan. Sinyal peringatan ini membuat peternak sudah was-was serta khawatir bahwa dampak dari impor tersebut bisa merusak industri perunggasan di dalam negeri. 

"Setidaknya menjadi lampu kuning bahwa akan ada impor meski sudah ditahan sedemikian rupa, jujur peternak jadi khawatir," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi kepada CNBC Indonesia, Jumat (23/4/21).

Karena sudah mengetahui akan ada serangan impor, maka semua pihak baik pemerintah hingga peternak harus bersiap dalam mengantisipasinya. Salah satu caranya adalah menurunkan biaya pakan ternak menjadi lebih murah agar harga yang konsumen terima bisa lebih bersaing.


Selama ini, harga pakan dikenal sebagai salah satu penyumbang utama harga ayam. Sugeng menyebut kontribusinya pada harga ayam bisa mencapai 60%-70%. Peternak bisa menekan efisiensi, namun pengambil kebijakan terbesar tetap pemerintah, sehingga langkah utamanya tetap di tangan regulator.

"Harga sarana produksi ayam juga sudah mahal. Bukan berarti peternak itu bodoh-, kita bisa juga efisien asalkan sarana produksinya juga bisa turun. Memang complicated, tapi intinya efisiensi dan kemauan dari pemerintah, itu kan political will dari pemerintah," sebut Sugeng.

Keluhan mahalnya harga pakan sudah pernah disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Syailendra sampaikan. Persoalan harga pakan dan DOC atau anakan ayam di dalam negeri mahal. Harga pakan mahal disebabkan harga bahan bakunya, yaitu jagung, yang juga mahal.

"Persoalan sekarang, pakan itu kenaikannya sudah cukup tinggi. Bahkan menurut hitungan kami dalam berapa bulan terakhir naik hampir 30%," kata Syailendra dalam diskusi online bertajuk 'Harga Jagung Melambung', yang diselenggarakan Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi, seperti dikutip Jumat (23/4/2021).

"Kalau kita tidak bisa memberikan harga jagung yang lebih baik, maka akan ada persoalan yang lebih besar yang kita hadapi. Saya ingin mengingatkan kalau kita tidak meningkatkan daya saing. Brasil di depan mata. Kalau melihat tren kita akan kalah dengan Brasil," jelas Syailendra.

Dia mengatakan, selama ini Indonesia masih menahan masuknya ayam impor. "Kita tidak tahu apakah akan mengulur dari setahun atau setahun setengah. Tapi daging ayam murah akan masuk. Kalau kita tidak mempersiapkan diri di dalam negeri, dengan DOC tinggi dan pakan tidak bersaing," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Terancam Diserbu Daging Ayam Impor Murah, Peternak Resah


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading