Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Q2-2021 Capai 7,8%

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 April 2021 16:08
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor Global Rating (S&P) pada Selasa (23/3) secara virtual.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, ekonomi sudah memberikan tanda-tanda positif. Bahkan dalam paparannya pertumbuhan ekonomi Kuartal II-2021, ditargetkan bisa mencapai 6,9% sampai 7,8%. Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang diperkirakan hanya tumbuh 6,7% di kuartal II 2021.

"Proyeksinya ke arah recovery, dan berharap ada kenaikan dari konsumsi dan investasi, pengeluaran pemerintah dan dari segi ekspor. Ini kebijakan yang dilakukan agar terjadi kenaikan pertumbuhan," jelas Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (23/4/2021).

Selain itu juga, kata Airlangga indeks keyakinan konsumen dan penjualan kendaraan bermotor pada Maret 2021 sudah mulai meningkat. Kemudian Purchasing Managers' Index (PMI) sudah masuk dalam zona ekspansi yakni 53,2. "Investasi sudah meningkat dan diharapkan lebih tinggi lagi," kata Airlangga melanjutkan.


Adapun, dalam paparannya, diketahui seluruh komponen pengeluaran produk domestik bruto (PDB) akan mengalami kenaikan pada Kuartal II-2021. Dari konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 6,9% sampai 7,9%. Kemudian, Konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) diperkirakan tumbuh 5,0% - 5,5% pada Kuartal II-2021 dan konsumsi pemerintah tumbuh 7,6% - 7,9%.

Pada Kuartal II-2021, laju investasi diperkirakan tumbuh 6,4-8,3%. Ekspor bahkan diperkirakan melesat tumbuh 10,5-12 % dan impor tumbuh 9,5-14%. Sementara untuk Kuartal I-2021, Airlangga memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih minus 0,5% hingga minus 0,3%. Proyeksi ini juga membaik dari sebelumnya minus 0,5% hingga minus 1,1%.

Dia menuturkan, beberapa kebijakan yang diambil oleh bertujuan pemerintah agar mampu menjaga kenaikan pemulihan perekonomian nasional. Konsumsi rumah tangga akan berada antara minus 1,5% hingga minus 1,3% pada Kuartal I-2021. Sementara untuk konsumsi LNPRT diprediksi tumbuh antara 0,3% sampai dengan 0,5%.

Pada Kuartal I-2021, konsumsi pemerintah diprediksi tumbuh antara 3,3% sampai 3,7%, investasi (PMTB) masih terkontraksi antara -2,2% hingga -2%, ekspor tumbuh 7,6%, dan impor tumbuh 3%.

Secara keseluruhan di tahun ini, pemerintah melalui Kemenko Perekonomian memperkirakan ekonomi diperkirakan akan tumbuh di kisaran 4,5% sampai dengan 5,3%.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading