CNBC Indonesia Outlook 2021

Bos BI-OJK-LPS Beberkan 'Obat' Buat Ekonomi RI, Apaan Tuh?

News - Lidya Julita Sembiring-Kembaren, CNBC Indonesia
25 February 2021 11:25
Chairul Tanjung Founder & Chairman CT Corp dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) memukul dunia, termasuk Indonesia. Tidak hanya di bidang kesehatan dan kemanusiaan, ekonomi pun sampai jatuh ke 'jurang' resesi.

"Apa yang harus kita lakukan untuk bangkit? What we have to do?" tanya Chairul Tanjung, Founder/Chairman CT Corp, kepada para pembuat kebijakan dalam acara CNBC Indonesia Outlook 2021, Kamis (25/2/2021). Pembuat kebijakan itu adalah Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

Menurut Lana, titik nadir atau bottom ekonomi sudah dilalui. Sekarang sedikit demi sedikit ekonomi sudah mulai bergerak, meski masih jauh di bawah level pra-pandemi.


"Bottom sudah kita lewati, tetapi perlu konfirmasi untuk beberapa waktu. Menurut kami, kepercayaan nasabah adalah penting untuk proses pemulihan ekonomi nasional. Kami akan terus meyakinkan nasabah. Kondisi perbankan juga menunjukkan perbaikan, sehat," papar Lana.

Sementara Wimboh menilai kunci untuk menuju pemulihan ekonomi adalah optimisme. Harus ada optimisme baik di level pembuat kebijakan hingga ke akar rumput.

"Harus ada keyakinan bahwa kita bisa pulih, tanpa itu akan sulit mencari serep-resep untuk segera pulih. Optimisme itu harus ada di semua lini," tegas Wimboh.

Resep kedua, lanjut Wimboh, adalah sinergi kebijakan. Segala bentuk kebijakan untuk pemulihan ekonomi harus dibuat dengan koordinasi erat dan langsung mengarah ke target tertentu agar tidak berlebihan.

Sedangkan Perry menilai kunci untuk pemulihan ekonomi bisa digambarkan dengan singkatan VSO. V adalah vaksinasi, yang saat ini sedang terus berjalan.

"Ingat, episentrumnya adalah kesehatan. Kita akan terus lancarkan sehingga mobilitas manusia bisa tumbuh," katanya.

S adalah stimulus. Namun stimulus, seperti yang disebut Wimboh, ini harus dibuat dengan sinergi yang baik oleh otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil.

Terakhir, O adalah optimisme. "Kita harus yakin recovery akan terus berlanjut," sebut Perry.


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading