Istana: Reshuffle Terkait Perubahan Nomenklatur 2 Kementerian

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
22 April 2021 15:56
Pembukaan Hannover Messe 2021, Istana Negara, 12 April 2021. (Tangkapan layar Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Istana Kepresidenan angkat bicara perihal kabar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja menteri yang terkena reshuffle. Namun satu hal yang pasti, adalah terkait dengan perubahan dua nomenklatur kementerian.

"Yang kita tahu pasti itu hanya ada dua. Yakni, pemerintah kan mengirimkan permintaan persetujuan kepada DPR tentang pembentukan kementerian baru," kata Fadjroel, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

"Yakni Kementerian Investasi dan pengubahan kementerian yakni dari Ristek BRIN menjadi Dikbud Dikti itu disatukan. Itu namanya pengubahan, kalau di UU 39/2008 itu jadi Kemendikti/Ristek," jelasnya.

Sebelumnya, DPR telah memberikan lampu hijau kepada pemerintah untuk membentuk Kementerian Investasi dan melebur Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Fadjroel menegaskan setiap perubahan yang akan dilakukan pemerintah memiliki tujuan adaptasi terhadap suatu perubahan yang bersifat global. Tak terkecuali, mengenai reshuffle.

"Setiap ada perubahan yang dilakukan pasti untuk efektivitas dan efisiensi," jelasnya.

Fadjroel meminta masyarakat bersabar menunggu kepastian kapan reshuffle akan dieksekusi. Pasalnya, ia sampai saat ini belum bisa memastikan apakah reshuffle dilakukan sebelum atau setelah Lebaran.

"Jadi mengenai kapan, di mana, siapa, berapa banyak, yang akan dilakukan kita tunggu saja dari pernyataan presiden," katanya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading