Internasional

China "Ditalak 3", Australia Batalkan Kesepakatan Jalur Sutra

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
22 April 2021 13:30
Australian Foreign Minister Marise Payne listens to a reporter's question during a joint press conference with Chinese Foreign Minister Wang Yi at the Diaoyutai State Guesthouse in Beijing, Thursday, Nov. 8, 2018. The foreign ministers of China and Australia are meeting in what is being seen as a sign of a thaw in the recently frosty relationship between the key economic partners. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, memutuskan untuk membatalkan dua perjanjian Belt and Road (jalur sutra) yang ditandatangani dengan China. Langkah itu diambil atas dasar kepentingan nasional Negeri Kanguru itu.

Dikutip Reuters, Menteri Luar Negeri Marise Payne menyatakan bahwa Victoria dan Australia sepakat untuk memastikan konsistensi dalam hubungan luar negeri mereka. Australia memang setahun ini mengalami turbulensi hubungan dengan Negeri Panda karena corona (Covid-19).


"Skema ini sangat difokuskan pada kepentingan nasional Australia. Ini tentang memastikan konsistensi hubungan luar negeri kita di seluruh Australia dan pasti tidak ditujukan pada satu negara," katanya kepada program AM radio ABC, dikutip Kamis (22/4/2021).

"Meminta semua pemerintah di seluruh dunia untuk menghormati otoritas pengambilan keputusan pemerintah kami".

Belt and Road adalah skema pembiayaan yang diusung China. Tiongkok melibatkan diri dalam pembangunan infrastruktur dan investasi di 152 negara dan organisasi internasional di Asia, Eropa, Afrika, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika.

Sebelumnya pemerintah koalisi konservatif Australia telah menolak untuk menyetujui MoU tingkat negara dengan skema Belt and Road China. Tetapi Perdana Menteri Tenaga Kerja Victoria Dan Andrews menandatangani perjanjian untuk mempromosikan inisiatif pembangunan infrastruktur pada 2018 dan 2019.

Sementara itu Beijing telah diberitahu tentang keputusan tersebut sebelum diumumkan pada Rabu (23/4/2021) malam. Melalui kedutaan Besarnya di Canberra, China mengatakan pembatalan itu adalah hal provokatif.

"Langkah tidak masuk akal ... yang diambil oleh pihak Australia terhadap China," ujar kedutaan.

Hubungan diplomatik antara Australia dan China memburuk sejak Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal usul virus corona. Ini mendorong pembalasan perdagangan dari Beijing.

Pada hari Rabu, seorang pejabat senior kedutaan China kembali mengkritik langkah Australia yang secara efektif melarang perusahaan telekomunikasi China, Huawei, dari jaringan 5G pada 2018 lalu. Sementara itu pada November lalu, China mengenakan bea antara 107,1% dan 212,1% untuk impor wine asal Australia.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading