Internasional

Tsunami Corona India, PM Modi: Gelombang Baru bak Badai!

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
21 April 2021 12:30
Indian Prime Minister Narendra Modi gestures as he speaks after releasing India's ruling Bharatiya Janata Party (BJP)'s election manifesto for the April/May general election, in New Delhi, India, April 8, 2019. REUTERS/Adnan Abidi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi pada Selasa (20/4/2021) malam memohon kepada warganya untuk meningkatkan upaya mereka untuk memerangi virus corona. Sehingga, penguncian baru tidak diperlukan.

Pasalnya negara itu saat ini menderita dari ledakan kasus infeksi baru dan fasilitas kesehatan yang kekurangan pasokan oksigen. Dalam pidato pertamanya sejak dimulainya gelombang baru infeksi yang memecahkan rekor, Modi mengakui bahwa negara berpenduduk 1,3 miliar itu "sekali lagi berjuang dalam pertarungan besar".




"Situasinya terkendali hingga beberapa minggu yang lalu dan kemudian gelombang corona kedua ini datang seperti badai," kata pemimpin India itu kepada warga dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi sebagaimana dikutip AFP.

"Ini adalah tantangan besar tetapi kita harus bersama-sama, dengan keberanian dan tekad mengatasinya ... Kita harus menghindari penguncian dan kita perlu fokus pada zona penahanan mini sebagai gantinya."

India telah berjuang untuk menahan wabah yang mengamuk. Rumah sakit kehabisan tempat tidur dan pemerintah daerah dipaksa untuk memberlakukan kembali pembatasan yang menyakitkan secara ekonomi.



Negara Asia Selatan itu telah mencatat lebih dari tiga juta infeksi baru dan 18.000 kematian bulan ini. Itu menjadikan beban kasusnya tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS).

Ibu kota Delhi yang paling parah terkena dampak pandemi saat ini memasuki penutupan selama seminggu yang dimulai pada hari Senin (19/4/2021), dengan taman, bioskop, dan mal ditutup.

Negara bagian Maharashtra, pusat gelombang baru-baru ini dan rumah bagi ibu kota keuangan Mumbai, pada Selasa semakin memperketat pembatasan pada toko bahan makanan.

Sementara itu pemerintah India secara keseluruhan dianggap gagal dalam menangani pandemi Covid-19 yang menyerang negara itu. Bahkan beberapa pihak meminta agar PM Modi untuk mundur.

Permintaan ini dilandasi oleh sikap Modi yang terlihat tidak peduli dengan penyebaran Covid-19. Dalam sebuah momen, Modi terlihat tidak mengenakan masker pada rapat umum kampanye partainya BJP pada hari Sabtu (17/9/2021).

"Saya belum pernah melihat kerumunan sebanyak itu," ucapnya di sebuah acara di Benggala Barat.

Selain itu, Modi juga dianggap gagal dalam mengatasi mobilitas publik pada acara tradisi Kumbh Mela di sungai Gangga. Di saat pandemi yang masih meluas di negara itu, tradisi ini masih tetap saja terjadi dengan mengumpulkan kerumunan sebanyak 3 juta orang.

Modi sendiri mengklaim telah meminta acara itu dihentikan. Namun kerumunan yang membludak tanpa mengindahkan protokol kesehatan telah terjadi.

Dari data Worldometers, kasus corona meningkat dengan cepat di India, yang kini mencatatkan 15.616.130 kasus. Angka ini menempatkan Negeri Bollywood itu di bawah posisi pertama, Amerika Serikat, yang memiliki 32.536.470 kasus dan menggeser Brasil di posisi kedua dengan total 14.050.885 kasus.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading