Jelang Lebaran, Impor Jagung Naik 500%

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
19 April 2021 16:50
Corn plants are seen in a farm in Lujan, on the outskirts of Buenos Aires, Argentina August 2, 2019. REUTERS/Agustin Marcarian

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor jagung pada Maret ini naik tajam. Kenaikan mencapai 528% dibandingkan dengan Februari 2021.

Berdasarkan data BPS, impor jagung pada Maret tercatat sebanyak 142.439 ton dengan nilai US$ 36,44 juta. Kenaikan 528,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 22.497 ton.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya kenaikan mencapai 229,6% dari 42.912 ton dengan nilai US$ 9,37 juta. Secara kumulatif, impor jagung sebanyak 379.910 ton atau naik 19,6% dibandingkan kuartal I-2020 sebanyak 317.642 ton.


Ada empat negara pemasok jagung ke Indonesia pada bulan lalu. Namun, yang mendominasi adalah jagung dari Amerika Serikat sebanyak 68.234 ton, naik 9.909% dari Februari yang sebanyak 681 ton.

Kemudian ada juga dari Brasil sebanyak 21.293 ton turun tipis 0,03% dari Februari yang sebanyak 21.300 ton dan naik 3,92% dari Maret 2020 yang sebanyak 20.489 ton. Lalu ada Argentina sebanyak 51.912 ton.

Selanjutnya ada impor tipis dari Singapura yang sebanyak 9 kilogram atau turun 10% dari bulan sebelumnya 10 kilogram. Secara kumulatif impor hanya 20 kilogram dan tahun sebelumnya tidak ada impor jagung dari Singapura.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading